NAMA : INDRI MEIDINI
NPM : 24213406
KELAS : 3EB16
NPM : 24213406
KELAS : 3EB16
BAB II
PEMBAHASAN
II.1. KARANGAN ILMIAH
II.1.1.
Pengertian Karangan Ilmiah
Ada beberapa
pengertian dari karangan ilmiah, yakni :
- Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah adalah
karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut
metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah dapat juga berarti
tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam
bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika
penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya/keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).
2.
Karya ilmiah merupakan karya tulis
yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan
oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara
logis dan sistematis kepada para pembaca.
- Karya ilmiah adalah tulisan yang berisi
argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis
yang formal dengan sistematis-metodis dan menyajikan fakta umum serta
ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Karya ilmiah ditulis
dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan
dan didukung fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya
- Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang
membahas suatu permasalahan. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan
penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang diperoleh melalui suatu
penelitian. Karya tulis ilmiah melalui penelitian ini menggunakan metode
ilmiah yang sistematis untuk memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap
permasalahan yang diteliti. Untuk memperjelas jawaban ilmiah berdasarkan
penelitian, penulisan karya tulis ilmiah hanya dapat dilakukan sesudah
timbul suatu masalah, yang kemudian dibahas melalui penelitian dan
kesimpulan dari penelitian tersebut.
Dari
berbagai macam pengertian karya ilmiah di atas dapat disimpulkan, bahwa yang
dimaksud karya ilmiah dalam makalah ini adalah, suatu karangan yang
berdasarkan penelitian yang ditulis secara sistematis, berdasarkan fakta di
lapangan, dan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah.
II.1.2. Ciri-Ciri Karangan Ilmiah
a. Struktur Sajian (pendahuluan,
pokok bahasan, dan bagian penutup)
Pendahuluan merupakan pengantar ke bagian inti,
sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin di sampaikan yang
dapat terdiri dari beberapa bab, subtopik dan beberapa paragraph yang dimana
bagian penutupnya adalah kesimpulan pokok bahasan serta rekomendasi penulis
dengan tindak lanjut gagasan tersebut.
b. Komponen dan substansi
Komponen dan substansi karya ilmiah bervariasi
sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung dari seluruh
struktur sajian dan daftar pustaka.
c.
Sikap
Penulis
Sikap penulis yang objektif yang dimana disampaikan
dengan menggunakan gaya bahasa impersonal dengan banyak menggunakan betuk pasif
dan tanpa menggunakan kata pengganti orang pertama dan kedua.
d.
Penggunaan
Bahasa
Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku yang
tercermin dari pilihan kata dan kalimat-kalimat efektif yang tersetruktur dan
baku.
Hal-hal yang harus ada dalam karya ilmiah antara lain:
1.
Karya
tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
2.
Keindahan
karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang
menyangganya.
3.
Alur
pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4.
Karya
tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang
tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5.
Karya
tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam
hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
6.
Karya
tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi
(paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).
II.1.3. Sifat Karangan Ilmiah
Setiap
karangan memiliki sifat yang berbeda-beda, diantaranya sebagai berikut :
a) Sifat
Karangan Ilmiah
- Abstrak normal yaitu
informatif, umum, non teknis, tidak untuk kepentingan pribadi menyertakan
pendapat orang lain tanpa bukti, tidak ada ajakan emosional, popular,
- Spesifik historis yaitu
informatif, sumber sejarah, tanpa ajakan emosional, tidak untuk
kepentingan pribadi, tidak memuat penilaian, kongkret, spesifik, semi
teknis, bahasa dan susunan normal,
- Non teknis kongkrit yaitu informatif, bernada populer,
spesifik dan kongkrit, tanpa ajakan, emosional atau imaginatif, sistematis
dan ditujukan kepada pembaca dengan pengetahuan ilmiah dasar,
- Teknis umum yaitu informatif,
teknis, tidak untuk keberuntungan pribadi, masalah secara
umum, kongkrit, tidak ada ajakan emosional, ditujukan kepada pembaca
berpengetahuan teknis.
b) Sifat
Karangan Non Ilmiah
- Emotif yaitu sedikit informasi,
kemewahan & cinta menonjol, melebihkan kebenaran, mencari keuntungan,
tidak sistematis,
- Persuasif yaitu
Cukup informatif, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan untuk
meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap dan cara berpikir pembaca,
- Diskriktif yaitu
informatif sebagian imaginatif dan subyektif, nampaknya dapat dipercaya,
pendapat Pribadi,
- Kritik tanpa dukungan bukti yaitu
tidak memuat informasi spesifik, berisi bahasan dan kadangkadang mendalam
tanpa bukti, berprasangka menguntungkan atau merugikan, formal tetapi
sering dengan bahasa kasar, subyektif dan pribadi.
II.1.4. Syarat
Karangan Ilmiah
Berikut ini
adalah syarat-syarat karya ilmiah, antara lain :
- Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat
pikiran dan alur pikiran.
- Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun
pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.
- Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan
notasi.
- Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur:
kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang
teratur.
- Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan
asas-asas yang terkandungdalam hakikat ilmu dengan mengindahkan
kaidah-kaidah kebahasaan.
- Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian
narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan
argumentasi (alasan).
II.1.5. Macam Karangan Ilmiah
Pada
prinsipnya semua karya ilmiah yaitu hasil dari suatu kegiatan ilmiah. Dalam hal
ini yang membedakan hanyalah materi, susunan , tujuan serta panjang pendeknya
karya tulis ilmiah tersebut,. Secara garis besar, karya ilmiah di
klasifikasikan menjadi dua, yaitu karya ilmiah pendidikan dan karya
ilmiah penelitian.
1) Karya
Ilmiah Pendidikan
Karya ilmiah pendidikan digunakan tugas
untuk meresume pelajaran, serta sebagai persyaratan mencapai suatu gelar
pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari:
- Paper (Karya Tulis).
Paper atau lebih populer dengan
sebutan karya tulis, adalah karya ilmiah berisi ringkasan atau resume dari
suatu mata kuliah tertentu atau ringkasan dari suatu ceramah yang diberikan
oleh dosen kepada mahasiswanya.
Tujuan pembuatan paper ini adalah
melatih mahasiswa untuk mengambil intisari dari mata kuliah atau ceramah yang
diajarkan oleh dosen, penulisan paper ini agak di perdalam dengan beberapa
sebab antara lain, Bab I Pendahuluan , Bab II Pemaparan Data, Bab III
Pembahasan atau Analisisdan Bab IV Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan
saran.
- Pra Skripsi
Pra Skripsi adalah karya tulis
ilmiah pendidikan yang digunakan sebagai persyaratan mendapatka gelar sarjana
muda. Karya ilmiah ini disyaratkan bagi mahasiswa pada jenja0ng akademik atau
setingkat diploma 3 ( D-3).
Format tulisannya terdiri dari Bab I
Pendahuluan (latar belakang pemikiran, permasalahan, tujuan penelitian atau
manfaat penelitian dan metode penelitian). Bab II gambaran umum (menceritakan
keadaan di lokasi penelitian yang dikaitkan dengan permasalahan penelitian),
Bab III deskripsi data (memaparkan data yang diperoleh dari lokasi penelitian).
Bab IV analisis (pembahasan data untuk menjawab masalah penelitian). Bab V
penutup (kesimpulan penelitian dan saran)
- Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah
yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat
yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta- fakta empiris-objektif baik
berdasarkan peneliian langsung (observasi lapangan ) maupun penelitian tidak
langsung (study kepustakaan)skripsi ditulis sebagai syarat mendapatkan gelar
sarjana S1. Pembahasan dalam skripsi harus dilakukan mengikuti alur pemikiran
ilmiah yaitu logis dan emperis.
- Thesis
Thesis adalah suatu karya ilmiah
yang sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi, thesis merupakan syarat untuk
mendapatkan gelar magister (S-2).
Penulisan thesis bertujuan mensinthesikan
ilmu yng diperoleh dari perguruan tinggi guna mempeluas khazanah ilmu yang
telah didapatkan dari bangku kuliah master, khazanah ini terutama berupa
temuan-temuan baru dari hasil suatu penelitian secara mendalam tentang suatu
hal yangmenjadi tema thesis tersebut.
- Disertasi
Disertasi adalah suatu karya tulis
ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis
berdasarkan data dan fakta akurat dengan analisis terinci. Dalil yang
dikemukakan biasanya dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan-sanggahan
senat guru besar atau penguji pada sutu perguruan tinggi, desertasi berisi
tentang hasil penemuan-penemuan penulis dengan menggunakan penelitian yang
lebih mendalam terhadap suatu hal yang dijadikan tema dari desertasi tersebut,
penemuan tersebut bersifat orisinil dari penulis sendiri, penulis desertasi
berhak menyandang gelar Doktor.
2) Karya ilmiah
Penelitian
a) Makalah
seminar
- Naskah Seminar
Naskah Seminar adalah karya ilmiah
tang barisi uraian dari topik yang membahas suatu permasalahan yang akan
disampaikan dalam forum seminar. Naskah ini bisa berdasarkan hasil penelitian
pemikiran murni dari penulisan dalam membahas atau memecahkan permasalahan yang
dijadikan topik atau dibicarakan dalam seminar.
- Naskah Bersambung
Naskah Bersambung sebatas masih
berdasarkan ciri-ciri karya ilmiah, bisa disebut karya tulis ilmiah. Bentuk
tulisan bersambung ini juga mempunyai judul atau title dengan pokok bahasan
(topik) yang sama, hanya penyajiannya saja yang dilakukan secara bersambung, atau
bisa juga pada saat pengumpulan data penelitian dalam waktu yang berbeda.
b) Laporan hasil
penelitian
Laporan adalah bagian dari bentuk
karya tulis ilmiah yang cara penulisannya dilakukan secara relatif singkat.
Laporan ini bisa dikelompokkan sebagai karya tulis ilmiah karena berisikan
hasil dari suatu kegiatan penelitian meskipun masih dalam tahap awal.
c) Jurnal
penelitian
Jurnal penelitian adalah buku yang
terdiri karya ilmiah terdiri dari asal penilitian dan resensi buku. Penelitian
jurnal ini harus teratur continue dan mendapatkan nomor dari perpustakaan
nasional berupa ISSN (international standard serial number).
II.2. KARANGAN NON-ILMIAH
Karya non-ilmiah sangat bervariasi topic dan cara
penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum, ditulis berdasarkan
fakta pribadi, umumnya bersifat subyektif, gaya bahasanya bisa konkret atau
abstrak, gaya bahasanya formal dan popular.
Ciri-ciri karangan Non-Ilmiah, antara lain :
Ciri-ciri karangan Non-Ilmiah, antara lain :
1. Emotif: Kemewahan dan cinta lebih
menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi
2. Persuasif: Penilaian fakta tanpa bukti.
Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir
pembaca dan cukup informative.
3. Deskriptif: Pendapat pribadi, sebagian
imajinatif dan subjektif.
4. Kritik tanpa dukungan bukti.
5. Fakta yang disimpulkan subyektif.
6. Gaya bahasa konotatif dan populer.
7. Tidak memuat hipotesis.
8. Penyajian dibarengi dengan sejarah.
9. Bersifat imajinatif.
10. Situasi didramatisi
Macam-macam
yang termasuk karya Non-ilmiah, antara lain :
·
Dongeng
Suatu kisah yang diangkat dari
pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan
pesan moral yang mengandung makna hidup
·
Cerpen
Suatu bentuk prosa naratif
fiktif. Sebuah karangan yang menceritakan tentang suatu alur cerita yang
memiliki tokoh cerita dan situasi cerita terbatas
·
Novel
Bentuk sastra yang paling popular
di dunia. Yang merupakan karya sastra yang mempunyai unsure intrinsik dan
ekstrinsik yang keduanya saling berhubungan
·
Drama
Suatu aksi atau perbuatan. Adalah
suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh actor
Perbedaan
Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah :
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah
yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan
dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan
nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat
penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan
nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang
signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa
aspek.
1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan
suatu hasil penelitian (faktual objektif).
Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara
fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan
atau observasi.
2. Karya ilmiah bersifat metodis dan
sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara
tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses
pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
3. Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah
menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan
menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan
dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
Berdasarkan karakteristik karangan
ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan, yang tergolong dalam karangan
ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan
nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman,
puisi, dan naskah drama.
Karya nonilmiah sangat bervariasi topik
dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan
nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif.
Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer,
walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.
Sifat-sifat karya nonilmiah, antara lain :
1. Emotif : merupakan kemewahan dan cinta
lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit
informasi
2. Persuasif : merupakan penilaian fakta
tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir
pembaca dan cukup informative
3. Deskriptif : merupakan pendapat pribadi,
sebagian imajinatif dan subjektif, dan
4. Jika kritik adakalanya tanpa dukungan
bukti.
II.3. KARANGAN SEMI ILMIAH/POPULER
Sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi
dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya
mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan
karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena
jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot,
dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya : berada diantara
ilmiah.
Ciri-ciri
karangan semi ilmiah atau ilmiah popular, yaitu :
1.
Ditulis
berdasarkan fakta pribadi;
2.
Fakta
yang disimpulkan subjektif;
3.
Gaya
bahasa formal dan popular;
4.
Mementingkan
diri penulis;
5.
Melebih-lebihkan
sesuatu;
6.
Usulan-usulan
bersifat argumentative; dan Bersifat persuasive.
Sifat
Karangan Semi Ilmiah, antara lain :
1.
Ditulis
berdasarkan fakta pribadi
2.
Fakta
yang disimpulkan subjektif
3.
Gaya
bahasa formal, sederhana, dan popular
4.
Tidak
memuat hipotesis
5.
Penyajian
fakta dibarengi dengan sejarah
6.
Bersifat
imajinatif
7.
Situasi
didramatisir, dan
8.
Bersifat
persuatif
Bentuk Karangan
Semi Ilmiah, antara lain :
1. Artikel
2. Editorial
3. Opini
4. Feuture
5. Reportase
II.4. METODE ILMIAH
Pengertian
metode ilmiah, tujuan mempelajari metode penulisan ilmiah, sikap ilmiah dan
langkah-langkah pelaksanaan PI.
II.4.1. Pengertian Metode Ilmiah
Metode
ilmiah berdasatkan dari dua suku kata yaitu metode dan ilmiah. Seandainya kita
artikan satu-persatu makna dari kata-kata tersebut yakni :
a.
Metode
Metode
dapat diartikan sebagai sebuah cara yaitu cara yang teratur dan sistematis
untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu.
b. Ilmiah
Ilmiah
: bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu
pengetahuan. Diatur oleh atau sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu pasti:
prosedur ilmiah. Sistematis atau akurat dalam cara ilmu pasti.
Secara
umum dan keseluruhan metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan
proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan
bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam
usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan
hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis
lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Bagaimana
menurut para ahli? Ini adalah beberapa pendapat para ahli diantaranya:
·
Menurut Almadk (1939),”
metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan,
pengesahan dan penjelasan kebenaran.
·
Sedangkan Ostle (1975)
berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk
memperoleh sesuatu interelasi
II.4.2.Tujuan
Mempelajari Metode Penulisan ilmiah
Tujuan
adalah salah satu bentuk harapan untuk dimasa yang akan datang. Untuk karena
itu dalam penulisan ilmiah kita tidak bias asal tulis atau tidak mengindahkan
kaidah-kaidah dala penulisan ilmiah. Dalam penulisan ini kita harus mempunyai
metodenya agar tulisan kita dapat dipahami dan dimengerti oleh si pembaca
dikemudian hari. Ini adalah beberapa tujuan kita mempelajari metode ilmiah :
·
Meningkatkan
keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis
·
Meningkatkan
keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis
·
Meningkatkan
pengetahuan tentang mekanisme penulisan karangan ilmiah
II.4.3. Sikap Ilmiah
Istilah sikap dalam bahasa Inggris
disebut “Attitude” sedangkan istilah attitude sendiri berasal dari bahasa latin
yakni “Aptus” yang berarti keadaan siap secara mental yang bersifat untuk
melakukan kegiatan. Triandis mendefenisikan sikap sebagai : “ An attitude ia an
idea charged with emotion which predis poses a class of actions to aparcitular
class of social situation” .
Rumusan di atas diartikan bahwa sikap
mengandung tiga komponen yaitu komponen kognitif, komponen afektif dan komponen
tingkah laku. Sikap selalu berkenaan dengan suatu obyek dan sikap terhadap
obyek ini disertai dengan perasaan positif atau negatif. Secara umum dapat
disimpulkan bahwa sikap adalah suatu kesiapan yang senantiasa cenderung untuk
berprilaku atau bereaksi dengan cara tertentu bilamana diperhadapkan dengan
suatu masalah atau obyek.
Menurut Baharuddin (1982:34)
mengemukakan bahwa :”Sikap ilmiah pada dasarnya adalah sikap yang diperlihatkan
oleh para Ilmuwan saat mereka melakukan kegiatan sebagai seorang ilmuwan.
Dengan perkataan lain kecendrungan individu untuk bertindak atau berprilaku
dalam memecahkan suatu masalah secara sistematis melalui langkah-langkah
ilmiah.
Beberapa sikap ilmiah dikemukakan oleh
Mukayat Brotowidjoyo (1985 :31-34) yang biasa dilakukan para ahli dalam
menyelesaikan masalah berdasarkan metode ilmiah, antara lain :
·
Sikap ingin tahu
·
Sikap kritis
·
Sikap obyektif
·
Sikap ingin menemukan
·
Sikap tekun
II.4.4. Langkah
– langkah penulisan ilmiah
Bentuk
laporan penulisan PI, terdiri dari :
1. Bagian
Awal
Bagian
Awal ini terdiri dari:
a. Halaman
Judul
b. Lembar
Pernyataan
c. Lembar
Pengesahan
d. Abstraksi
e. Halaman
Kata Pengantar
f. Halaman
Daftar Isi
g. Halaman
Daftar Tabel
h. Halaman
Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya
2. Bagian
Tengah.
Bagian
tengah terdiri dari :
a. Bab
Pendahuluan
b. Bab
Landasan Teori
c. Metode
Penelitian
d. Bab
Analisis Data dan Pembahasan
e. Bab
Kesimpulan dan Saran
3. Bagian
Akhir.
Bagian
akhir terdiri dari:
a. Daftar
Pustaka
b. Lampiran
Penjelasan
secara terinci dari Struktur Penulisan Skripsi dapat dilihat sebagai berikut :
1) Bagian
Awal.
Pada
bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi
yakni sebagai berikut :
a. Halaman
Judul
Ditulis
sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar sesuai universitas masing –
masing mahasiswa.
b. Lembar
Pernyataan
Merupakan halaman yang berisi pernyataan
bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat
atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
c. Lembar
Pengesahan
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar
Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua,
Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan
Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.
d. Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan
pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.
e. Kata
Pengantar
Berisi
ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam
pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua
Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).
f. Halaman
Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis
besar dan disusun berdasarkan nomor urut halaman.
g. Halaman
Daftar Tabel
h. Halaman
Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram
2). Bagian Tengah.
a. Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari
beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
i.
Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi
dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan
ii. Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan
sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.
iii. Batasan
Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada
bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.
iv. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa
dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap
masalah yang diteliti.
v. Metode
Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan
penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara
analisa data.
Jenis-Jenis
Metode Penelitian :
1.
Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku atau jurnal.
2.
Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
3.
Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.
vi. Sistematika
Penulisan
Memberikan
gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Ilmiah
·
Landasan Teori
Menguraikan
teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan
menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
·
Metode Penelitian
Menjelaskan
cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang
ada.
·
Analisis Data dan
Pembahasan
Membahas
tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah
yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang
diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.
·
Kesimpulan (dan Saran)
Bab
ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
-
Kesimpulan
Berisi
jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
-
Saran
Ditujukan
kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.
3) Bagian
Akhir
a. Daftar
Pustaka
Berisi
daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan
b. Lampiran
Penjelasan
tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau
tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian
terkait sebelumnya.
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan
Pengertian Karangan Ilmiah adalah suatu
karangan yang berdasarkan penelitian yang ditulis secara sistematis,
berdasarkan fakta di lapangan, dan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah.
Ciri-ciri karangan ilmiah, antara lain :
a. Struktur Sajian (pendahuluan,
pokok bahasan, dan bagian penutup)
b. Komponen dan substansi
c. Sikap Penulis
d. Penggunaan Bahasa
Sifat Karangan Ilmiah, antara lain :
a. Abstrak normal
b. Spesifik
c. Non teknis
d. Teknis
Sifat Karangan Non Ilmiah, antara lain :
a. Emotif
b. Persuasif
c. Diskriktif
d. Kritik tanpa dukungan
Macam-macam karangan ilmiah, antara lain :
a. Karya Ilmiah Pendidikan : Paper (Karya Tulis), Pra Skripsi, Skripsi,
Thesis, Disertasi, dll.
b. Karya ilmiah Penelitian : Makalah seminar, Naskah Seminar, Naskah Bersambung, Laporan hasil
penelitian, Jurnal penelitian, dll.
KARANGAN NON-ILMIAH
Karangan non-ilmiah atau karya tulis
non-ilmiahsangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak
didukung fakta umum, ditulis berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat
subyektif, gaya bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan
popular.
Ciri-ciri karangan Non-Ilmiah, antara lain :
Ciri-ciri karangan Non-Ilmiah, antara lain :
a. Emotif
b. Persuasif
c. Deskriptif
d. Kritik tanpa dukungan bukti.
e. Fakta yang disimpulkan subyektif.
f. Gaya bahasa konotatif dan populer.
g. Tidak memuat hipotesis.
h. Penyajian dibarengi dengan sejarah.
i.
Bersifat
imajinatif.
j.
Situasi
didramatisi
Macam-macam
yang termasuk karya Non-ilmiah, antara lain
a. Dongeng
b. Cerpen
c. Novel
d. Drama
KARANGAN SEMI ILMIAH/POPULER
Sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi
dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya
mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan
karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena
jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot,
dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.
Ciri-ciri
karangan semi ilmiah atau ilmiah popular, yaitu :
a.
Ditulis
berdasarkan fakta pribadi;
b.
Fakta
yang disimpulkan subjektif;
c.
Gaya
bahasa formal dan popular;
d.
Mementingkan
diri penulis;
e.
Melebih-lebihkan
sesuatu;
f.
Usulan-usulan
bersifat argumentative; dan Bersifat persuasive.
Sifat
Karangan Semi Ilmiah, antara lain :
a. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
b. Fakta yang disimpulkan subjektif
c. Gaya bahasa formal, sederhana, dan
popular
d.
Tidak
memuat hipotesis
e.
Penyajian
fakta dibarengi dengan sejarah
f.
Bersifat
imajinatif
g.
Situasi
didramatisir
h.
Bersifat
persuatif
Bentuk Karangan
Semi Ilmiah, antara lain :
a.
Artikel
b.
Editorial
c.
Opini
d.
Feuture
e.
Reportase
METODE ILMIAH
Pengertian Metode Ilmiah
Metode
ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh
pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis.
Tujuan
Mempelajari Metode Penulisan ilmiah
Tujuan
adalah salah satu bentuk harapan untuk dimasa yang akan datang. Untuk karena
itu dalam penulisan ilmiah kita tidak bias asal tulis atau tidak mengindahkan
kaidah-kaidah dala penulisan ilmiah.
Sikap
Ilmiah
Rumusan
di atas diartikan bahwa sikap mengandung tiga komponen yaitu komponen kognitif,
komponen afektif dan komponen tingkah laku. Secara umum dapat disimpulkan bahwa
sikap adalah suatu kesiapan yang senantiasa cenderung untuk berprilaku atau
bereaksi dengan cara tertentu bilamana diperhadapkan dengan suatu masalah atau
obyek.
Langkah
– langkah penulisan ilmiah
1. Bagian
Awal
a. Halaman
Judul
b. Lembar
Pernyataan
c. Lembar
Pengesahan
d. Abstraksi
e. Halaman
Kata Pengantar
f. Halaman
Daftar Isi
g. Halaman
Daftar Tabel
h. Halaman
Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya
2. Bagian
Tengah.
a. Bab
Pendahuluan
b. Bab
Landasan Teori
c. Metode
Penelitian
d. Bab
Analisis Data dan Pembahasan
e. Bab
Kesimpulan dan Saran
3. Bagian
Akhir
a. Daftar
Pustaka
LampiranDAFTAR PUSTAKA
Brotowidjoyo, Mukayat D. 1985. Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: Akademika Pressindo.
Arifin, E. Zaenal. 2004. Dasar-Dasar Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: Grasindo.
Achmadi, Suminar S. Dkk. 2001. Pedoman Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Bogor: IPB Press.
Soeseno, Slamet. 1981. Teknik Penulsian Ilmiah Populer. Jakarta: Gramedia.
Sudjana, Nana. 1999. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung: Sinar Baru Alg.
Merisa, Desi. 2013. Penyusunan Karya Ilmiah. Ringkasan Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa.
Nur Tanjung, bahdin dkk, 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta. Kencana.
Indriati, etty. 2001. “Menulis Karya Ilmiah”. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Sudianti Veronika, 1997. “Dasar-Dasar Penulsian Karya Ilmiah”. Jakarta: Gramedia.
Firman Hery, “Karya Ilmiah”, blog Hery Firman, diakses tanggal 3 Maret 2008.
Anonim, “Jawaban Kerangka Karya Ilmiah”, forum Tanya jawab yahoo Indonesia, diakses tanggal 3 Maret 2008.
http://id.wikipedia.org
http://maizuddin.wordpress.com/2010/05/06/apakah-karya-tulis-ilmiah-itu/
https://afidburhanuddin.files.wordpress.com/2012/05/pengertian-dan-hakikat-metode-ilmiah_widiati-fadila_sudah-ok.pdf
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2011/05/penulisan-ilmiah.pdf
http://silvergrey23.blogspot.com/2010/11/wacana-non-ilmiah.html
http://fuad30.blog.friendster.com/2008/10/karya-ilmiah/
http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/07/karya-ilmiah-dan-non-ilmiah.html
http://muthiah-muthiah.blogspot.com/2010/10/wacana-non-ilmiah.htmlBottom of Form
https://dediciptoanugrah.wordpress.com/2015/04/05/minggu-ke2-tugas-1bahasa-indonesia-2karangan-ilmiah-non-ilmiah-tidak-ilmiah-dan-metode-ilmiah/
No comments:
Post a Comment