Judul : Pentingnya Merek pada Franchising
Topik : Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam dunia bisnis diperlukan merek yang nantinya akan menarik konsumen. Merek yang kuat pastinya akan menduduki produk tertinggi dan akan selalu diingat oleh para konsumen.
Di Indonesia, banyak industri franchise yang dari sisi umur masih muda dan masih dalam tahap pertumbuhan, tetapi memiliki popularitas yang sangat tinggi. Namun, popularitas itu tidak boleh lepas dari aspek keberlanjutan. Karena dalam beberapa kasus, banyak bisnis franchise yang sudah meraih kesadaran tinggi kemudian jatuh kembali, tidak bisa mempertahankannya.
Bagi bisnis franchise, semakin terkenal, kuat, dan terpercaya mereknya maka akan memudahkan franchisor untuk memperoleh pembeli. Oleh sebab itu membangun merek, mengenalkan merek ke konsumen merupakan strategi yang sangat penting.
Namun dalam membangun merek juga memiliki tantangan yang tidak mudah. Tantangan itu datang dari dalam dan dari luar. Dan membangun merek tidak memiliki patokan berapa lama. Tetapi kehadiran teknologi internet serta sosial media memudahkan para pebisnis untuk mempercepat pengenalan merek ke konsumen.
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Apa manfaat merek pada franchising?
1.2.2. Sulitkah membangun merek yang kuat?
1.2.3. Apa saja tantangan dalam membangun merek franchising?
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah untuk menambah wawasan para pembaca tentang pentingnya sebuah merek pada bisnis franchise. Memberikan pemahaman tentang arti merek franchising yang selama ini dianggap kurang penting bagi masyarakat khususnya yang ingin merambah pada bisnis franchise.
BAB II
LANDASAN TEORI
Franchising adalah sebuah konsep pemasaran dalam rangka memperluas jaringan usaha secara cepat.
Menurut Campbell Black, "franchise sebagai sebuah lisensi merek dari pemilik yang mengijinkan orang lain untuk menjual produk atau service atas nama merek tersebut.
David J. Kaufmann memberi definisi franchising sebagai sebuah sistem pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan dibawah asistensi franchisor.
Sedangkan menurut Reitzel, Lyden, Roberts & Severance, franchise didefinisikan sebagai sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang seperti merek yang diberikan kepada orang lain untuk menggunakan barang tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.
BAB III
PEMBAHASAN
Menurut ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, merek adalah aset dan strategi untuk memenangkan hati konsumen serta memenangkan persaingan bisnis. Tanpa kehadiran merek yang kuat, kita sebagai pebisnis akan sulit untuk meningkatkan kinerja bisnis. Populer saja tidak cukup, karena profitabilitas juga harus dibuktikan dan terwaralaba tidak sampai menyesal di kemudian hari, karena banyak yang populer tapi tidak profitable.
Semua pebisnis pasti memimpikan memiliki merek yang kuat. Namun, sebelum mencapainya, setidaknya pebisnis harus bisa menciptakan mereknya ke level tertinggi awareness publik.
Merek yang kuat akan bertahan dan memenangkan pasar. Manfaatnya sangat jelas. Sehingga bisnis yang memiliki merek kuat bisa menjadi faktor kesuksesan franchisee. Merek nantinya pun akan menjadi sebuah aset yang mewakili keseluruhan bisnis. Bagi bisnis franchise, semakin terkenal, kuat, dan terpercaya maka akan memudahkan franchisor untuk memperoleh pembeli. Oleh sebab itu membangun merek, mengenalkan merek ke konsumen merupakan strategi yang sangat penting.
Membangun merek memerlukan kerja keras dan stategi yang briliant. Apalagi jika tujuannya tidak sekedar dikenal saja, tetapi menjadi preferensi bagi konsumen untuk melakukan pembelian. Membangun merek juga tidak pernah mengenal kata berhenti. Merek harus terus dipertahankan pada level tertingginya. Ketika merek itu sudah menjadi top of mind, pemiliknya harus terus berusaha mempertahankannya. Selanjutnya, meningkatkan merek itu agar memiliki equitas yang tinggi, sehingga memiliki pelanggan yang loyal dan juga menjadi pilihan pertama konsumen dikategorinya.
Menurut Hermas Puspito, pengamat franchise dari TNS Marketing Research Agency, membangun merek yang besar untuk pemain di industri franchise membutuhkan setidaknya perencanaan yang meyeluruh mencakut marketing plan atau perencanaan pemasaran. Marketing plan berbicara tidak hanya tentang promosi melainkan keseluruhan stategi marketing dalam bisnis. Membangun merek membutuhkan planning, action serta measurement yang terintegrasi. Strategi meraih merek besar bisa dimulai dengan perencanaan yang baik dari Marketing Plan mencakup segmentasi yang tepat serta eksekusi marketing MIX mulai dari strategi produk & layanan, harga, promosi serta distribusi. Misalnya dalam strategi produk maka produk harus berkualitas, kemasan harus bagus sesuai keinginan konsumen, inovatif. Dalam strategi harga maka harga produk harus sesuai dengan segmen jelas konsumen. Strategi promosi, maka bisa menggunakan promosi secara offline dengan iklan di media konvensional, pendekatan komunitas ataupun promosi di media digital dengan social media marketing, web marketing, e marketing place, ataupun online Ads.
Tantangan dalam membangun merek besar biasanya dari dalam dan dari luar. Tantangan dari dalam biasanya tidak konsisten menjalankan strategi marketing, tidak menjaga kualitas produk, tidak konsisten menjalankan promosi sehingga merek yang dibangun jadi kurang maksimal. Sedangkan tantangan dari luar tentu saja kehadiran pesaing lama atau pesaing baru yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi tingkat penjualan serta kinerja bisnis.
Dalam meraih merek yang kuat tidak ada patokan berapa lama. Membangun merek memang butuh waktu yang tidak singkat, perlu proses yang panjang untuk mengenalkan merek ke konsumen serta membangun kepercayaan konsumen.
Untuk menjaga merek agar tetap sukses dalam persaingan bisnis adalah tidak berhenti melakukan inovasi, inovasi disini bisa dalam hal inovasi produk, inovasi layanan, serta inovasi dalam strategi promosi. Perlu tim marketing yang solid untuk memastikan produk tetap berkualitas dan tidak berhenti melakukan inovasi. Setelah produk yang berkualitas serta inovasi maka langkah selanjutnya adalah menjaga merek tetap ada dibenak konsumen.
Keuntungan top of mind brand tertentu saja kekuatan brand awareness dari merek tersebut. Merek menjadi sangat diingat oleh konsumen. Ketika merek diingat oleh konsumen maka mudah untuk melakukan sales activation, strategi promosi untuk meningkatkan penjualan. Namun top of mind tidak selalu positif , terkadang konsumen juga memiliki pengalaman tidak baik dengan produk atau merek yang pernah digunakan, misalnya kualitas dan layanan produk yang buruk akan menghasilkan negatif top of mind. Namun untuk menjadi top of mind yang buruk memang hanya pada saat kondisi ekstrim ketika suatu produk benar benar mengalami penurunan kualitas secara terus menerus ataupun merek tersebut terlibat dalam suatu masalah tertentu yang membuat konsumen memiliki persepsi negatif dengan merek tersebut.
Dan menurut pengamat franchise dari TNS Marketing Research Agency, Hermas Puspito, merek yang kuat bilainya bisa lebih besar dibandingkan dengan aset keseluruhan perusahaan. Bahkan sebuah logo juga penting dan kelak dapat berbicara. Membangun merek agar menjadi top of mind harus dimulai dengan membuat identitas merek yang kuat, unik dan menarik. Kedua, merancang strategi komunikasi yang terintegrasi untuk membuat merek itu bukan hanya dikenal, namun juga diposisikan secara kuat di benak konsumen dengan asosiasi yang kuat. Sehingga merek tersebut dapat menjadi preferensi dalam pertimbangan pembelian.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari uraian pembahasan mengenai pentingnya merek pada franchising, penulis mengambil kesimpulan agar pembaca lebih memahami isi pembahasan tersebut dan lebih bermanfaat untuk pembaca.
Kesimpulan yang penulis ambil dari pembahasan di atas adalah merek merupakan salah satu penunjang bisnis franchise agar produknya dapat diingat dan menjadi top of mind. Dengan adanya merek yang kuat, maka perusahaan bertahan dan memenangkan pasar. Namun dalam membangun merek yang besar, dibutuhkan kerja keras. Tidak mudah untuk membangun merek yang dapat menjadi top of mind. Karena para pesaing yang semakin banyak, kualitas produk semakin bagus, dan teknologi pun semakin maju. Kita harus siap untuk menghadapi dunia bisnis franchise agar dapat bersaing dan menjadi pebisnis yang sukses. Dan kita harus bisa mempertahankan merek pada level tertingginya. Memberikan inovasi inovasi baru terhadap produknya, melakukan strategi promosi, pendekatan komunitas, atau promosi di media digital.
B. SARAN
Dalam menentukan merek apa yang akan dipakai sebaiknya lebih dipersiapkan secara matang agar kedepannya menjadi sebuah merek yang unggul dari produk lain. Selain merek yang akan dipakai, kualitas produk pun harus diperhatikan agar konsumen lebih mempercayai produk yang kita produksi. Dengan demikian produk kita dapat diterima oleh masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
"Merek adalah Aset" [Tajuk]. Franchise, No. 10/VIII, Oktober, h. 50-52
No comments:
Post a Comment