Topik : Bisnis Internasional
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengandalkan pada ide dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonomi yang lebih dikenal dengan ekonomi kreatif.
Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan keragaman budaya, harusnya lebih menyadari potensi ekonomi yang berasal dari gagasan kreatif masyarakat. Masyarakat Indonesia telah menyatukan diri dengan budaya dan alam sehingga melahirkan berbagai produk yang unik dan kreatif yang dapat menopang perekonomian Indonesia.
Bagi Indonesia, pengembangan ekonomi kreatif masih cukup baru. Ekonomi kreatif telah dibicarakan di Indonesia sekitar tahun 2007, karena pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Hingga sampai pada pengalihan kerjasama perdagangan dan investasi kedua negara ke sektor ekonomi kreatif oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia Komite Tiongkok (KIKT).
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Sektor apa saja yang dilakukan KIKT pada investasi Tiongkok?
1.2.2. Mengapa ada pengalihan investasi Tiongkok ke sektor ekonomi kreatif?
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah agar menambah wawasan tentang adanya perubahan sektor ekonomi kreatif. Dengan pengembangan Indonesia yang semakin maju, pemikiran dan ide pun semakin dikembangan.
BAB II
LANDASAN TEORI
Industri kreatif merupakan pilar utama dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang memberikan dampak yang positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemerintahpun sudah mencanangkan industri kreatif sebagai sebuah industri yang mampu bertahan dalam krisis, menyerap banyak tenaga kerja, mampu bertumbuh dari skala kecil dan menengah.
Definisi berdasarkan UK DCMS Task Force 1998 : "Creatives industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill and talent, and which have a potencial for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content."
Sehingga industri kreatif dapat didefinisikan sebagai berikut : "Industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut."
BAB III
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Kamar Dagang dan Industri Indonesia Komite Tiongkok atau KIKT mulai mengalihkan kerjasama perdagangan dan investasi kedua negara ke sektor ekonomi kreatif. Kendati demikian, KIKT tetap ikut memfasilitasi investasi Tiongkok pada sektor lain, termasuk pertambangan, kehutanan, minyak, gas, dan lain sebagainya. Indonesia telah mengajak investor China untuk membangun ekonomi kreatif di Indonesia, terutama film dan computer games.
Tiongkok memang masih mengandalkan sumber daya alam Indonesia untuk kerjasama perdagangan dan investasi. Beberapa komoditi seperti aspal, minyak, gas, batubara, mineral, produk kehutanan masih menjadi primadona. Tetapi KIKT perlu mencari siasat agar nilai investasi tidak terlalu besar dan lebih manusiawi. Film Eat, Pray and Love dengan lokasi syuting di Bali ternyata mendunia. Dukun tua (pembaca garis tangan) sempat dicari-cari turis asing. Ini adalah salah satu contoh industri kreatif.
Pemerintah Indonesia telah melirik potensi industri kreatif sejak 2007 lalu, tepatnya ketika Presiden Susilo Bambang Budhoyono bersama dengan rombongan Kadin melihat langsung berbagai kegiatan ekonomi kreatif di Korea Selatan yang berhasil menularkan demam K-Pop di dunia. Industri kreatif Korea tidak terlepas dari kesadaran dan sikap nasionalisme rakyat Korea terhadap bangsa dan negaranya. Ketika krisis ekonomi menghantam Korea sekitar 1998, ekonomi negara tersebut hamnpir mencapai titik nadir. Tetapi rakyat Korea langsung bergerak menyumbangkan berbagai perhiasan dan uang untuk perbankan Korea agar secara perlahan tetap bisa menjaga aktivitas ekonomi negara tersebut. Mereka juga berpikir untuk menciptakan industri yang tidak menguras uang negara. Pemerintahnya mengumpulkan EO (Event Organizer) yang bagus, dan menyelenggarakan berbagai pertunjukan ekonomi kreatif, drama televisi. Jadi, Korea sudah memulai pembangunan industri kreatif ekonomi sejak tahun 1998.
Presentasi Kementerian pengetahuan Korea pada saat itu langsung mendorong Presiden SBY merumuskan industri kreatif ala Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengakomodasi industri animasi dan perfilman dengan berencana memberikan fasilitas bea masuk yang rendah. Perkembangan dan daya saing industri tersebut di dalam negeri masih membutuhkan beberapa peralatan produksi film dari luar negeri. Sehingga dengan bea masuk yang murah untuk peralatan, kegiatan insan kreatif akan terbantu.
Pada kesempatan berbeda, ekspatriat asal Perancis Christphe Dorigne Thomson melihat Jakarta berpotensi menjadi kota besar dunia. jakarta, sebagaimana kota-kota besar lain di dunia, juga mengandalkan sektor jasa dan layanan untuk menggerakan roda perekonomian. Perancis dikenal dan menjadi terkenal bukan hasil kerja warga negaranya di Perancis. Tetapi orang luar negeri yang melihat keindahanan Paris, dan mempromosikan dari mulut ke mulut. Sehingga semakin banyak turis dunia berkunjung ke Paris, Jakarta pun bisa menjadi demikian, mungkin melalui berbagai karya tulis seperti novel.
Novel Jakarta! meneropong jakarta sebagai kota besar, namun tidak melulu dari sisi negatifnya. Novel tersebut menceritakan tokoh bernama Edwin yang bekerja sebagai pembunuh bayaran. Pada awal kisah, Edwin sempat lulus dari sekolah bisnis elite di Perancis, sehingga banyak mendapat tawaran kerja. Namun seiring tragedi yang menimpa adiknya, Edwin mengubah pandangan hidupnya. Di tengah kegalauan, Edwin bertemu John yang menawari pekerjaan tidak lazim, yaitu pembunuh bayaran.
Novel bagi Chris menjadi alat yang efektif untuk berbagi ide dan pemikiran dengan banyak orang. Meski tokoh Edwin berkeliling dunia ke beberapa negara seperti China, India, Jepang, Timur Tengah, Eropa, namun ujung perjalanannya berakhir di Jakarta. "Saya melihat, perjalanan keliling dunia Edwin seakan hendak memperjelas Jakarta sebagai pusat dunia baru di masa yang akan datang."
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kesimpulan dari penulisan diatas adalah Indonesia kini telah meningkatkan potensi industri kreatif dengan Tingkok yang tadinya hanya pada sektor pertambangan, kehutanan, minyak, gas. Indonesia juga ingin meningkatkan investasi China ke dunia perfilman.
B. SARAN
Sebaiknya kerjasama antara Indonesia dengan negara lain semakin ditingkatkan termasuk pada sistem perekonomian. Meningkatkan kerjasama dengan ekonomi kreatif tidak hanya dengan Tiongkok saja, tetapi dikembangkan dengan negara yang lain.
Kesimpulan dari penulisan diatas adalah Indonesia kini telah meningkatkan potensi industri kreatif dengan Tingkok yang tadinya hanya pada sektor pertambangan, kehutanan, minyak, gas. Indonesia juga ingin meningkatkan investasi China ke dunia perfilman.
B. SARAN
Sebaiknya kerjasama antara Indonesia dengan negara lain semakin ditingkatkan termasuk pada sistem perekonomian. Meningkatkan kerjasama dengan ekonomi kreatif tidak hanya dengan Tiongkok saja, tetapi dikembangkan dengan negara yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
----. 2012. Business News, edisi 8333. Jakarta.
No comments:
Post a Comment