Sunday, November 24, 2013

Usaha Jam Dinding 3D

Judul : Usaha Jam Dinding 3 Dimensi
Topik : Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil


BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


     Club sepak bola sekarang-sekarang ini kualitasnya semakin meningkat. Sehingga penggemar sepak bola pun semakin banyak di Indonesia. Usaha kreasi jam dengan desain dan bahan baku yang tidak biasa seperti kebanyakan jam standar , memiliki prospek cerah dalam waktu jangka panjang. Hal terlihat banyak orang yang menyukai barang-barang unik dari bagian estetika yang menarik perhatian untuk dilihat dan suka mengoleksi barang unik untuk dipajang di ruangan. Dengan adanya penambahanan desain grafis sebagai tambahan obyek seni yang memiliki nilai tinggi, jam dinding unik banyak dicari orang. Banyaknya penggila bola membuat Razmus mendatangkan ide untuk membuka usaha jam dinding 3D yang masih jarang dipasarkan. Dengan memproduksi jam dinding berdesain club sepak bola tiga dimensi, produknya banyak dipesan para pecinta sepak bola. Tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan uangnya demi sebuah barang yang berbau club bola kesayangannya. Dan dari situlah usaha jam dinding club bola muncul. 
     Kemunculan produk jam dinding dan meja kreasi menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai seni menjadi produk inovasi terbaru untuk mempercantik ruangan ataupun sebagai suvenir dengan desain keinginan yang kita mau yang banyak disukai dikalangan menengah keatas dan anak muda. 


1.2. Rumusan Masalah

1.2.1. Berapa modal awal usaha jam dinding 3D?

1.2.2. Bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat jam dinding 3D?

1.2.3. Berapa harga jam dinding 3D yang dipasarkan?

1.2.4. Bagaimana cara membuat jam dinding 3D?

1.3. Tujuan Penulisan

     Tujuan dari penulisan diatas adalah agar kita bisa mengambil peluang usaha dengan baik, memberikan wawasan bahwa kita bisa berwirawasta dengan memanfaatkan tren yang sedang diminati banyak orang, dan memberikan contoh bahwa dalam berwiraswasta kita harus memiliki sifat pantang menyerah.


BAB II

LANDASAN TEORI


     Wiraswasta (wirausaha) dari kata "wira" yang artinya unggul dan "usaha" yang artinya perbuatan atau kemampuan keras untuk memperoleh manfaat. 
     Menurut Argene (2003, p1), "wiraswasta (wirausaha) adalah usaha-usaha yang mempunyai keunggulan tertentu untuk memodifikasi produk lama menjadi produk baru, dengan menciptakan lapangan pekerjaan, yang memanfaatkan pemberdayaan manusia dan kekayaan alam lainnya."
     Berdasarkan Hisrich dan Peter (2000, p9), "kewirausahaan adalah mengenai proses menciptakan sesuatu yang baru, yang memiliki nilai tambah melalui pengorbanan waktu dan tenaga dengan berbagai risiko sosial dan menerima penghargaan akan sesuatu keuntungan yang diperoleh beserta dengan timbulnya kepuasan pribadi dan kebanggaan terhadap hasil yang tinggi."
     Sedangkan Suryana (2000, p2) berpendapat "kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya.


     

BAB III

PEMBAHASAN

     Pada awal usahanya, Razmus mencari partner kerja sama dalam bidang penyablonan. yaitu sablon club sepak bola yang kemudian diaplikasikan di atas kayu. Namun saat itu, hasil dari eksperimennya itu tidak memuaskan. Dan akhirnya Razmus beralih pada pembuatan jam dinding kayu, dengan aplikasi stiker. Tapi lagi-lagi hasilnya tidak memuaskan. Setelah itu ia mencari konsep baru, yakni membuat jam dinding kayu dengan pewarnaan menggunakan bahan cat. Barulah ia merasa puas dengan hasil akhir produk jam dinding tersebut.
     Pada Maret 2012, Razmus memulai usaha dengan modal awal berkisar Rp 6 juta. Modal tersebut ia gunakan untuk membeli mesin potong kayu, kompresor, serta bahan baku kayu, cat, dan mesin jam. Sedangkan tempat produksi, ia kerjakan di rumahnya sendiri. Pada awalnya Razmus membuat jam dinding dengan bentuk standar, yakni bulat dan oval, yang kemudian digambar desain club bola dan diwarnai dengan cat. Namun karena melihat produknya yang monoton, ia pun memberikan inovasi tiga dimensi produk jam dinding buatannya, sehingga menyerupai bentuk asli dari logo club sepak bola tersebut.
     Produk jam dinding yang banyak dibuat Razmus adalah jam dinding dengan detail logo sepak bola, seperti Manchaster United, Real Madrid, Barcelona, Liverpool, AC Milan, Arsenal, dan masih banyak lagi.
     Selain logo bola, Razmus juga sering mengaplikasikan berbagai karakter Doraemon, Tweety, Avatar Ang, Gajah, Jerapah, hingga karakter wajah si pemesan. Ukuran pun bervariasi mulai dari ukuran 15 cm sampai 40 cm.
     Razmus mematok harga jam dinding 3D buatannya berkisar Rp 170 ribu hingga Rp 350 ribu. meskipun mematok harga yang lebih mahal ketimbang produk sejenis yang banyak ditawarkan di pasaran, namun Razmus berani menjamin produknya dibuat lebih unggul. Bahan kayu medium density board yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan kayu jenis lain bila diaplikasikan dalam produk jam dinding.
     Demikian juga dengan lem, Razmus menggunakan Lem FOX kualitas 1, yang memiliki daya rekat sangat kuat, sehingga jam dinding buatannya tidak pernah rusak atau terlepas rangkaiannya. Dan bahan cat, awalnya Razmus menggunakan cat Pilox, namun setelah beberapa kali pemakaian, hasil dari cat Pilox itu kurang memuaskan. Akhirnya ia pun mengganti dengan Cat Duco Auto 2000 merek Top Colour, yang biasa dibuat untuk pengecatan mobil, dan hasilnya lebih awet melekat pada kayu. Sedangkan mesin jam, ia menggunakan mesin jam merek Quartz. Dengan bahan baku kualitas terjamin, tidak heran daya tahan jam dinding buatan Razmus cukup lama, baik dari segi warna maupun bentuk.
     Setiap bulan, dibantu adiknya, Razmus mampu memproduksi 50 buah jam dinding dengan ragam karakter yang diminati pasar. Rata-rata ia menghabiskan Rp 5 juta per bulan untuk membeli 15 lembar kayu ukuran 240 cm x 120 cm seharga Rp 150 ribu per lembar, 6 bungkus lem Rp 15 ribu per bungkus, 15 kaleng Rp 55 ribu per kaleng, dan 50 buah mesin jam Quartz. Dan perlengkapan lain seperti penggaris, pensil pola, gergaji tripleks, bor, mesin potong, dan amplas. Sedangkan keuntungan bersih dari penjualan jam dinding 3 dimensi ini adalah 3.385.000 rupiah atau 39,82% dari omsetnya.
     Cara pembuatan jam dinding 3D Razmus cukup sederhana. Langkah pertama diawali dengan membuat pola diatas kayu. Kemudian memotong kayu sesuai pola dengan bantuan mesin pemotong. Pembuatan jam dinding ini tidak dalam satu rangka secara keseluruhan, terutama detail-detail dari desain jam dinding. Selanjutnya kayu diamplas, untuk memperhalus permukaan dan menghilangkan serabut-serabut kayu. Kemudian dilanjutkan dengan pengeleman pola menjadi satu rangkaian jam dinding sesuai desain, dan proses pengecatan, hingga pemasangan mesin jam.
     Satu buah jam dinding biasanya membutuhkan waktu pengerjaan kurang lebih 2-3 hari. Lamanya waktu tersebut lantaran kedetailan proses pengerjaan yang harus dibuat sesuai dengan bentuk aslinya.
     Awal usaha, Razmus menggunakan cara promosi tradisional, yakni dari mulut ke mulut. Menurut Razmus, strategi yang dilakukannya tersebut untuk melihat seperti apa selera pasar. Sehingga ia bisa mengetahui secara jelas bagaimna perkembangan dari penjualan produk jam dinding buatannya.
     Setelah banyak orang yang menyukainya, sedikit demi sedikit Razmus pun mendapatkan banyak pelanggan. Dari situlah yang awalnya ia hanya memproduksi sesuai pemesanan, ia pun memberanikan diri untuk membuat produk ready stock, yang desainyya dilihat dari tren pasar yang sedang berkembang. Kini, selain memasarkan dari mulut ke mulut, ia juga mempromosikan produknya melalui media online.
     Saat ini untuk mengembangkan jaringan usaha hingga ke beberapa daerah, Razmus membuka sistem reseller. Syarat menjadi reseller cukup membeli minimal sebanyak 10 buah jam dinding aneka bentuk dan desain, akan mendapatkan bonus 1 buah jam dinding. Dan kini, jangkauan pemasaran jam dinding buatannya tidak hanya di kawasan Bandung saja, tetapi sudah merambah ke berbagai kota besar seperi Jakarta, Medan, Surabaya, Yogyakarta, hingga Jambi.
     Selama menjalankan usaha ini, Razmus sering merasakan kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang mumpuni. Namun untuk perkembangan usahanya, Razmus berencana merekrut karyawan atau minimal bekerja sama dengan pengrajin kayu, untuk mengefisienkan waktu dalam proses produksi disaat banyaknya pemesanan produk.
     Sedangkan dari segi persaingan, Razmus tidak takut dengan banyaknya pelaku usaha sejenis yang ada di pasaran. Menurut Razmus, hal tersebut sangatlah wajar karena di setiap peluang usaha yang prospektif akan menciptakan banyak pelaku usaha. Justru inilah yang menunjukkan usaha pembuatan jam dinding karakter memang tengah digandrungi masyarakat. Dan untuk mengatasi persaingan usaha, Razmus lebih mempertahankan pelayanan serta kualitas bahan baku dan produksi. 


BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN
     Kesimpulan dari penulisan diatas adalah dengan melihat peluang usaha, kita bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Meningkatkatnya club bola dunia maupun lokal bisa mendatangkan keuntungan bagi Razmus, pengusaha jam dinding 3 dimensi. Membuat jam dinding dengan detail dan desain yang sedang tren di masyarakat dapat mendatangkan pundi-pundi uang untuk Razmus. Namun tidak hanya desainnya saja yang mengikuti tren, bahan baku jam dindingnya pun berkualitas agar ia tidak mengecewakan pelanggannya.

B. SARAN
     Sebaiknya usaha jam dinding 3 dimensi ini lebih dikembangkan di daerah lain. Dan sebaiknya karakter jam dinding ini lebih dikembangkan menjadi karakter yang banyak diminati oleh masyarakat banyak.


DAFTAR PUSTAKA

Sidik, Sofyan. 2013. "Kreasi Jam Dinding Desain Club Bola dan Karakter 3 Dimensi". Peluang Usaha Edisi 21

No comments:

Post a Comment