Topik : Manajemen dan Organisasi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Organisasi adalah suatu hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat luas, sebab hampir disetiap lapisan masyarakat memiliki organisasi untuk menjalankan suatu tujuan yang ingin dicapai. Setiap orang memiliki dasar untuk memimpin yang juga merupakan bagian dari organisasi. Paling tidak masing-masing orang memimpin dirinya sendiri dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Dewasa ini juga organisasi semakin berkembang, karena organisasi sangat diperlukan. Dan juga tata kerja dalam pembagian tugas baik secara individual maupun sosial. Maka dari itu penting bagi kita, mempunyai pengetahuan tentang organisasi.
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Apa saja yang termasuk unsur-unsur organisasi?
1.2.2. Apa saja teori organisasi itu?
1.2.3. Apa saja bentuk-bentuk dari organisasi?
1.2.4. Apa saja yang termasuk struktur organisasi?
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah agar kita mengetahui pengertian dari organisasi, struktur organisasi, teori organisasi, dan bentuk-bentuk organisasi.
BAB II
LANDASAN TEORI
Menurut James D. Mooney, "Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Chester I. Barnard, "Organisasi adalah suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Jadi, organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut:
- Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
- Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
BAB III
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu:
- Adanya tujuan bersama
- Adanya kerjasama dua orang atau lebih
- Adanya pembagian tugas
- Adanya kehendak untuk bekerja sama
Teori-Teori organisasi terdiri atas prinsip atau kaidah yang dipakai untuk mendirikan organisasi, yaitu:
- Teori birokrasi
- Teori administari
- Teori manajemen ilmiah
- Teori neo klasik yaitu pengembangan lebih lanjut dari teori klasik
- Teori modern dengan menghilangkan kaidah-kaidah yang dipakai terdahulu dalam teori klasik dan neo klasik
Organisasi Menurut Aliran Klasik
Pengertian organisasi menurut teori klasik yaitu gambaran sistematis tentang hubungan kerja sama dari orang-orang yang terdapat dalam rangka usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
1. Teori Birokrasi
Dikembangkan oleh seorang ahli sosiologi Jerman yang bernama Mark Weber. Ciri-ciri yang ada dalam organisasi harus memuat:
- Adanya pembagian kerja yang jelas.
- Hirarki wewenang dirumuskan secara jelas.
- Organisasi mempunyai program rasional dalam pencapaian tujuan yang tidak berdasarkan cita-cita.
- Sistem prosedur untuk penanganan kerja, dimana prosedur ini sudah ada dan tertulis, dimana setiap orang melakukan kegiatan yang sama.
- Sistem aturan yang mencakup hak dan kewajiban bagi pemegang jabatan.
- Hubungan antar pribadi impersonal yang tidak didasarkan pada subyektivitas atau ada pemisahan antara urusan pribadi dan dinas.
2. Teori Administrasi dan Teori Manajemen Ilmiah
Ini didasarkan pada pronsip-prinsip kaidah yang dikemukakan oleh Fayol dan Taylor dalam pengertian manajemen ilmiah.
Organisasi Menurut Teori Neo Klasik
Ini bukan teori baru, tapi perbaikan terhadap kelemahan-kelemahan teori klasik yang menekankan pada organisasi formal. Kritik yang dilancarkan kepada teori klasik, yaitu:
Kelemahan kaidah pembagian kerja, yaitu:
- Orang terpecah belah sehingga tidak kooperatif.
- Adanya perasaan cemburu, tidak senang, iri hati.
- Tak mau tahu bagian lain.
- Disiplin kurang.
Pemecahannya:
- Tingkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan.
- Job enlargement yaitu perluasan kerja dengan diberi pengetahuan yang lebih luas dari apa yang sudah didapat.
Kelemahan pada konsep rentang kendali, yaitu timbul suatu tuntutan agar pimpinan dapat mengendalikan bawahan yang melaksanakan delegasi.
Kelemahan proses skalar dan fungsional, yaitu adanya ketidak seimbangan antara kapasitas dengan wewenang dalam pendelegasian.
Struktur Organisasi
Struktur organisasi terdiri atas unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, setralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran suatu kerja.
Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi, yaitu:
- Strategi organisasi pencapaian tujuan.
- Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk truktur organisasi.
- Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan.
- Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi.
Unsue-unsur struktur organisasi terdiri dari:
- Spesialisasi kegiatan
- Koordinasi kegiatan
- Standarisasi kegiatan
- Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan
- Ukuran satuan kerja
Bentuk-Bentuk Organisasi
Bagian ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu:
- Pembagian kerja
- Rantai perintah
- Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
- Pengelompokkan segmen-segmen pekerjaan
- Tingkatan manajemen
Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat dibedakan sebagai berikut.
- Bentuk Piramidal, merupakan bentuk yang paling banyak digunakan, sederhana, jelas dan mudah dimengerti.
- Bentuk vertikal, hampir sama dengan bentuk piramidal dalam pelimpahan kekuasaan.
- Bentuk horisontal, aliran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan.
- Bentuk Melingkar, menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain.
Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas:
1. Organisasi Garis
1. Organisasi Garis
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.
Kebaikan:
- Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
- Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
- Proses pengambilan keputusan cepat.
- Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
- Rasa solidaritas tinggi.
Kelemahannya:
- Adanya kecendrungan pimpinan bertindak secara otokrasi.
- Kesempatan karuawan untuk berkembang terbatas.
2. Organisasi Garis dan Staff
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yanh ahli dalam bidang tertentu yang tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pemimpin di dalam organisasi.
Kebaikannya:
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yanh ahli dalam bidang tertentu yang tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pemimpin di dalam organisasi.
Kebaikannya:
- Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun yang kecil, sertaa apapun tujuan perussahaan.
- Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adanya staf ahli.
- Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat dikembangkan menjadi satu spesialisasi.
- Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
- Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
- Koordinasi lebih baik kaerna adanya pembagian tugas yang terperinci.
- Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Kelemahan:
- Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan menjadi tidak saling mengenal.
- Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasihat dari staf, karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda.
- Kesatuan komando berkurang.
3. Organisasi Fungsional
Organisasi yang disusun atas dasar fungsi yang harus dilaksanakan. Organisasi dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.
Kebaikannya:
- Pembagian tugas menjadi lebih jelas.
- Spesialisasi karyawan lebih efektif dijalankan dan dikembangkan.
- Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan tinggi.
- Koordinasi berjalan lancar dan tertib.
Kelemahannya:
- Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja, sehingga pengalihan kerja menjadi sulit dilaksanakan.
- Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
- Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dan bagian yang sama sehingga sering tombul konflik.
4. Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.
Kebaikan:
- Segala keputusan dipertimbangkan masak masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
- Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
- Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team.
Kelemahan:
- Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas.
- Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
- Kreativitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kolektivitas lebih dipentingkan.
Organisasi Formal dan Informal
1. Organisasi Formal
Yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional.
2. Organisasi Informal
Yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama, dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur.
Empat pebedaan bidang utama organisasi informal dan formal menurut Argyris, yaitu:
- Hubungan antar pribadi, dimana dalam organisasi formal digambarkan dengan jelas, sedangkaan dalam organisasi informal tidak digambarkan dengan jelas, yang tergantung kepada kebutuhan mereka.
- Kepemimpinan dirancang dan ditentukan dalam formal serta mumcul dan dipilih secara informal.
- Pengendalian perilaku, dalam organisasi formal pengendalian perilaku karyawan melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan kelompok informal mengendalikan para anggota dengan pemenuhan kebutuhan.
- Ketergantungan, karena kapasitas pemimpin formal terletak pada penghargaan dan hukuman, sedang bawahan tergantung pada kelompok informal.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Organisasi adalah sistem kerjama antara dua orang atau lebih untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah:
- Adanya komponen
- Adanya kerjasama
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Secara garis besar organisasi mempunyai tiga untur, yaitu manusia, kerjasama, tujuan bersama-sama.
Teori organisasi:
1. Teori organisasi klasik
a. Teori birokrasi
b. Teori administrasi
c. Manajemen ilmiah
2. Teori neoklasik (teori hubungan antar manusiawi), menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan.
DAFTAR PUSTAKA
Miftah Thoha. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta. CV. Rajawali, 1983
Ignatius, Wursanto. 2003. Dasar-Dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta: Andi Offset
No comments:
Post a Comment