Friday, November 14, 2014

Contoh Tes Validitas

NAMA : INDRI MEIDINI
NPM  : 24213406
KELAS : 2EB16


CONTOH TES VALIDITAS

Misalnya akan diuji validitas tes untuk ulangan harian matematika (X) yang saudara buat, dengan kriteria sekor tes ulangan umum matematika (Y). Validitas yg menelaah hubungan antara tes yang akan diuji validitasnya dengan kriteria yg saat itu ada disebut validitas ada sekarang (Concurrent validity). Untuk menganalisis validitas kriteria dapat digunakan rumus r  product moment:

Setelah dihitung diperoleh:

            r =   =  0,65

Koefisien korelasi bergerak antara  -1,00  sampai  1,00
Kriteria Koefisien Korelasi :
0,8 – 1,0 : sangat tinggi
0,6 – 0,8 : tinggi
0,4 – 0,6 : cukup
0,2 – 0,4 : rendah
0,0  - 0,2 : sangat rendah

Angka koefisien korelasi yang  tinggi menunjukkan bahwa tes tersebut valid. Soal yang diuji validitasnya layak dipakai. Jika rendah maka keseluruhan tes tidak dapat dipergunakan. Namun demikian, untuk tidak membuang semua butir tes maka perlu dianalisis butir mana yang tidak valid dengan mencari korelasi setiap butir terhadap sekor total (validitas butir) dengan rumus korelasi biserial.

Rumus korelasi biserial:
                        rbis( i ) =
Keterangan:
rbis (i) = koefisien korelasi biserial antara sekor butir sola nomor i dengan sekor total
  = rata-rata sekor total responden yang menjawab benar butir soal nomor i
 = rata-rata sekor total semua responden
St = standar deviasi sekor total semua responden
Pi = proporsi jawaban yang benar untuk butir soal i
Qi = proporsi jawaban yang salah untuk butir soal nomor i

Rumus yang dipakai untuk menghitung koefisien korelasi antara sekor butir instrument atau soal dengan sekor total instrument atau sekor total tes adalah;
            rit =
keterangan:
              rit = koefisien korelasi antara sekor butir soal dengan sekor total
               = jumlah kuadrat deviasi sekor dari Xi
               = jumlah kuadrat deviasi sekor dari  Xt


Karena semua butir valid maka tes dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar.
Selanjutnya akan dihitung reliabilitas dengan menggunakan rumus koefisien Alpha, yaitu:
rii =
keterangan:
rii = koefisien reliabilitas tes
k = cacah butir
 = varian sekor butir
 = varian sekor total


Dalam setiap penelitian selalu terjadi proses pengumpulan data dan dalam proses pengumpulan data tersebut akan menggunakan satu atau beberapa metode. Jenis metode yang dipilih dan digunakan dalam pengumpulan data, tentunya harus sesuai dengan sifat dan karakteristik penelitian yang dilakukan. Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data-data tersebut.

Instrumen dapat dianalogikan sebagai ujung tombak untuk membidik data dalam sebuah penelitian. Melalui instrumenlah akhirnya terkumpul data yang nantinya diolah menjadi sebuah informasi hasil penelitian. Untuk itulah, perlu kiranya memilih dan merumuskan instrumen secara tepat. Hal ini sejalan dengan ungkapan “garbage tool garbage result”.  Jadi, pada dasarnya salah satu hal yang mempengaruhi hasil penelitian terletak pada instrumennya. Semakin baik konstruksi sebuah instrumen, maka semakin baik pula data yang berhasil dijaring, begitu pula sebaliknya.




Sumber: http://rosa-sp.blogspot.com/2013/03/menghitung-validitas-dan-reliabilitas_23.html?m=1

No comments:

Post a Comment