Wednesday, November 27, 2013

Dasar-Dasar Organisasi

                Judul : Dasar-Dasar Organisasi
             Topik : Manajemen dan Organisasi




BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

     Organisasi adalah suatu hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat luas, sebab hampir disetiap lapisan masyarakat memiliki organisasi untuk menjalankan suatu tujuan yang ingin dicapai. Setiap orang memiliki dasar untuk memimpin yang juga merupakan bagian dari organisasi. Paling tidak masing-masing orang memimpin dirinya sendiri dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
     Dewasa ini juga organisasi semakin berkembang, karena organisasi sangat diperlukan. Dan juga tata kerja dalam pembagian tugas baik secara individual maupun sosial. Maka dari itu penting bagi kita, mempunyai pengetahuan tentang organisasi.


1.2. Rumusan Masalah

1.2.1. Apa saja yang termasuk unsur-unsur organisasi?

1.2.2. Apa saja teori organisasi itu?

1.2.3. Apa saja bentuk-bentuk dari organisasi?

1.2.4. Apa saja yang termasuk struktur organisasi?


1.3. Tujuan Penulisan

     Tujuan penulisan ini adalah agar kita mengetahui pengertian dari organisasi, struktur organisasi, teori organisasi, dan bentuk-bentuk organisasi.



BAB II

LANDASAN TEORI


      Menurut James D. Mooney, "Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
     Menurut Chester I. Barnard, "Organisasi adalah suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
     Jadi, organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut:
  1. Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.



BAB III

PEMBAHASAN

     Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu:
  1. Adanya tujuan bersama
  2. Adanya kerjasama dua orang atau lebih
  3. Adanya pembagian tugas
  4. Adanya kehendak untuk bekerja sama
     Teori-Teori organisasi terdiri atas prinsip atau kaidah yang dipakai untuk mendirikan organisasi, yaitu:
  1. Teori birokrasi
  2. Teori administari
  3. Teori manajemen ilmiah
  4. Teori neo klasik yaitu pengembangan lebih lanjut dari teori klasik
  5. Teori modern dengan menghilangkan kaidah-kaidah yang dipakai terdahulu dalam teori klasik dan neo klasik
Organisasi Menurut Aliran Klasik
     Pengertian organisasi menurut teori klasik yaitu gambaran sistematis tentang hubungan kerja sama dari orang-orang yang terdapat dalam rangka usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

1. Teori Birokrasi
     Dikembangkan oleh seorang ahli sosiologi Jerman yang bernama Mark Weber. Ciri-ciri yang ada dalam organisasi harus memuat:
  • Adanya pembagian kerja yang jelas.
  • Hirarki wewenang dirumuskan secara jelas.
  • Organisasi mempunyai program rasional dalam pencapaian tujuan yang tidak berdasarkan cita-cita.
  • Sistem prosedur untuk penanganan kerja, dimana prosedur ini sudah ada dan tertulis, dimana setiap orang melakukan kegiatan yang sama.
  • Sistem aturan yang mencakup hak dan kewajiban bagi pemegang jabatan.
  • Hubungan antar pribadi impersonal yang tidak didasarkan pada subyektivitas atau ada pemisahan antara urusan pribadi dan dinas.
2. Teori Administrasi dan Teori Manajemen Ilmiah
     Ini didasarkan pada pronsip-prinsip kaidah yang dikemukakan oleh Fayol dan Taylor dalam pengertian manajemen ilmiah. 

Organisasi Menurut Teori Neo Klasik 
     Ini bukan teori baru, tapi perbaikan terhadap kelemahan-kelemahan teori klasik yang menekankan pada organisasi formal. Kritik yang dilancarkan kepada teori klasik, yaitu:
     Kelemahan kaidah pembagian kerja, yaitu:

  • Orang terpecah belah sehingga tidak kooperatif.
  • Adanya perasaan cemburu, tidak senang, iri hati.
  • Tak mau tahu bagian lain.
  • Disiplin kurang.
     Pemecahannya:
  • Tingkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan.
  • Job enlargement yaitu perluasan kerja dengan diberi pengetahuan yang lebih luas dari apa yang sudah didapat.
     Kelemahan pada konsep rentang kendali, yaitu timbul suatu tuntutan agar pimpinan dapat mengendalikan bawahan yang melaksanakan delegasi.

     Kelemahan proses skalar dan fungsional, yaitu adanya ketidak seimbangan antara kapasitas dengan wewenang dalam pendelegasian.

Struktur Organisasi 
     Struktur organisasi terdiri atas unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, setralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran suatu kerja.

Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi, yaitu:
  1. Strategi organisasi pencapaian tujuan.
  2. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk truktur organisasi.
  3. Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan.
  4. Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi.
     

Unsue-unsur struktur organisasi terdiri dari:
  1. Spesialisasi kegiatan
  2. Koordinasi kegiatan
  3. Standarisasi kegiatan
  4. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan
  5. Ukuran satuan kerja
Bentuk-Bentuk Organisasi
     Bagian ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu:
  1. Pembagian kerja
  2. Rantai perintah
  3. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
  4. Pengelompokkan segmen-segmen pekerjaan
  5. Tingkatan manajemen
     Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Bentuk Piramidal, merupakan bentuk yang paling banyak digunakan, sederhana, jelas dan mudah dimengerti.
  2. Bentuk vertikal, hampir sama dengan bentuk piramidal dalam pelimpahan kekuasaan.
  3. Bentuk horisontal, aliran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan.
  4. Bentuk Melingkar, menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain.
     Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas:

     1. Organisasi Garis
         Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.
     Kebaikan:
  • Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
  • Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
  • Proses pengambilan keputusan cepat.
  • Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
  • Rasa solidaritas tinggi.
     Kelemahannya:
  • Adanya kecendrungan pimpinan bertindak secara otokrasi.
  • Kesempatan karuawan untuk berkembang terbatas.
    2. Organisasi Garis dan Staff
        Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yanh ahli dalam bidang tertentu yang tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pemimpin di dalam organisasi.

     Kebaikannya:

  • Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun yang kecil, sertaa apapun tujuan perussahaan.
  • Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adanya staf ahli.
  • Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat dikembangkan menjadi satu spesialisasi.
  • Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
  • Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
  • Koordinasi lebih baik kaerna adanya pembagian tugas yang terperinci.
  • Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
     Kelemahan:
  • Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan menjadi tidak saling mengenal.
  • Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasihat dari staf, karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda.
  • Kesatuan komando berkurang.
    3. Organisasi Fungsional
        Organisasi yang disusun atas dasar fungsi yang harus dilaksanakan. Organisasi dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.

     Kebaikannya:
  • Pembagian tugas menjadi lebih jelas.
  • Spesialisasi karyawan lebih efektif dijalankan dan dikembangkan.
  • Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan tinggi.
  • Koordinasi berjalan lancar dan tertib.
     Kelemahannya:
  • Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja, sehingga pengalihan kerja menjadi sulit dilaksanakan.
  • Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
  • Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dan bagian yang sama sehingga sering tombul konflik.
    4. Organisasi Panitia
        Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.

     Kebaikan:
  • Segala keputusan dipertimbangkan masak masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
  • Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
  • Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team.
     Kelemahan:
  • Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas.
  • Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
  • Kreativitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kolektivitas lebih dipentingkan.
Organisasi Formal dan Informal
     
1. Organisasi Formal
     Yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional.

2. Organisasi Informal
     Yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama, dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur.

     Empat pebedaan bidang utama organisasi informal dan formal menurut Argyris, yaitu:
  1. Hubungan antar pribadi, dimana dalam organisasi formal digambarkan dengan jelas, sedangkaan dalam organisasi informal tidak digambarkan dengan jelas, yang tergantung kepada kebutuhan mereka.
  2. Kepemimpinan dirancang dan ditentukan dalam formal serta mumcul dan dipilih secara informal.
  3. Pengendalian perilaku, dalam organisasi formal pengendalian perilaku karyawan melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan kelompok informal mengendalikan para anggota dengan pemenuhan kebutuhan.
  4. Ketergantungan, karena kapasitas pemimpin formal terletak pada penghargaan dan hukuman, sedang bawahan tergantung pada kelompok informal.



BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

     Organisasi adalah sistem kerjama antara dua orang atau lebih untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
     Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah:
  • Adanya komponen
  • Adanya kerjasama
  • Adanya tujuan
  • Adanya sasaran
  • Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
  • Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
     Secara garis besar organisasi mempunyai tiga untur, yaitu manusia, kerjasama, tujuan bersama-sama.

     Teori organisasi:

1. Teori organisasi klasik
    a. Teori birokrasi
    b. Teori administrasi
    c. Manajemen ilmiah

2. Teori neoklasik (teori hubungan antar manusiawi), menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan.




DAFTAR PUSTAKA


Miftah Thoha. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta. CV. Rajawali, 1983

Ignatius, Wursanto. 2003. Dasar-Dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta: Andi Offset



Tuesday, November 26, 2013

Strategi Pemasaran dalam Memasuki Pasar Persaingan

                Judul : Strategi Pemasaran dalam Memasuki Pasar Persaingan
                Topik : Pemasaran



BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

     Strategi pemasaran sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan karena terkait dengan peningkatan pendapatan, pembentukan image dan karakter positif bagi perusahaan. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk memenangkan persaingan, antara lain mengelola sumber daya manusia, mengelola promosi, dan mengetahui segmentasi pasar.
     Pengeboran sumur deep well merupakan usaha dibidang jasa. Selain menggunakan tenaga kerja masusia, ada pengeboran sumur deep well yang seluruhnya sudah menggunakan mesin. Pengeboran dengan tenaga kerja manusia sangat tidak efisien karena menguras banyak tenaga dan waktu.
     Perusahaan-perusahaan pengeboran deep well menerapkan berbagai strategi dalam menarik konsumen di tengah ketatnya persaingan saat ini. Ada perusahaan yang menawarkan metode agar air yang digunakan itu aman atau kandungannya baik untuk produksi. Harga yang ditawarkan pun beragam dengan maksud menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Mereka juga memberikan pelayanan yang berbeda-beda untuk memuaskan konsumen, karena kepuasan konsumen merupakan tolok ukur keberhasilan usaha terutama usaha di bidang jasa.
     Banyak hal lain juga dilakukan para pemilik perusahaan, misalnya memilih lokasi usaha yang mudah diakses, melakukan promosi untuk mendongkrak pepularitas, atau memperkerjakan tenaga kerja terampil yang menguasai bidangnya. PT Jaya Technic yang bergerak di bidang usaha pengeboran sumur deep well telah menerapkan strategi-strategi khusus yang memungkinkannya bertahan sampai sekarang.

1.2. Rumusan Masalah

1.2.1. Apa saja strategi pemasaran oleh PT Jaya Technic?



BAB II

LANDASAN TEORI

     Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan yaitu mempertahankan kelangsungan hidup untuk berkembang dan mendapat laba.

     Definisi pemasaran menurut William J. Stanton: "Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial."
     Pengertian pemasaran menurut Kotler (2000:19): "pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang bernilai satu sama lain."
     Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran mempunyai arti yang lebih luas dari penjualan. Pemasaran mencakup usaha perusahaan yang ditandai dengan mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang perlu dipuaskan, menentukan harga produk yang sesuai, menentukan cara promosi dan penjualan produk tersebut.
     Sedangkan strategi pemsaran merupakan strategi untuk melayani pasar atau segmen pasar yang dijadikan target oleh perusahaan. Definisi strategi pemasaran adalah "logika pemasaran yang digunakan oleh perusahaan dengan harapan agar unit bisnis dapat mencapai tujuan perusahaan" (Kotler, 2001:76).
     Menurut Radiousnu (2001: 27), strategi pemasaran didasarkan atas lima konsep strategi berikut:

  1. Segmentasi pasar
  2. Market positioning
  3. Targeting
  4. Marketing mix strategy
  5. Timing strategy



BAB III

PEMBAHASAN

     Dalam pengelolaan sumber daya manusia PT Jaya Technic menerapkan sistem terstruktur pada karyawan. ini dapat dilihat dengan jelas pada pembagian posisi serta tanggung jawab masing-masing terutama di lapangan, mulai dari karyawan, kepala regu, pengawas/supervisor dan koordinator lapangan. Perusahaan juga menerapkan peraturan bagi karyawan lebih tertib dan disiplin.
     Selain peraturan dan struktur, perusahaan juga menerapkan azas kekeluargaan sehingga karyawan merasakan lingkungan yang nyaman untuk melaksanakan tugas. Hal ini menimbulkan efek domino yaitu peningkatan kinerja karyawan sehingga pelayanan pun meningkat dan para konsumen pun merasa puas. Pada gilirannya image perusahaan pun terangkat. Ini otomatis menjadi sarana promosi karena para konsumen yang puas atas pelayanan PT Jaya Technic akan menceritakan bahkan merekomendasikan perusahaan pengeboran ini kepada orang lain.
     Jadi, pengelolaan SDM yang baik akan menimbulkan efek positif bagi perusahaan seperti meningkatkan konerja karyawan, sebagai sarana promosi, peningkatan pendapatan perusahaan, dan terutama jarangnya terjadi pergantian karyawan. Dalam bidang usaha ini karyawan merupakan ujung tombak perusahaan yang berhubungan langsung dengan konsumen. Karyawan pada bisnis jenis ini harus memiliki keahlian tertentu yang tidak diperoleh dalam tempo singkat.
     
Strategi Penentuan Segmentasi Pasar Sasaran
     Baru berusia 3 tahun, PT Jaya Technic menyadari kendala-kendala yang dihadapi dalam persaingan di pasar jasa pengeboran deep well, terutama dari perusahaan-perusahaan jasa sejenis yang sudah ada terlebih dahulu yang memiliki berbagai fasilitas serta menguasai pasar yang luas, dan bagaimana membuat klient PT Jaya Technic menjadi pelanggan tetap dan tidak beralih ke tangan pesaing.
     Untuk mendapatkan konsumen/pangsa pasar PT Jaya Technic lebih dulu menentukan dengan jelas pasar sasaran (segmen pasar). Karena berkaitan dengan lokasi, maka segmentasi pasar ditentukan berdasarkan faktor geografis, dititikberatkan pada lokasi yang susah air . Dengan demikian PT Jaya Technic setidaknya dapat memengaruhi persaingan di pasaran.

Strategi Bauran Pemasaran
     Strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh PT Jaya Technic mencakup empat faktor yakni, strategi produk, strategi harga, strategi tempat, dan strategi promosi. 
     Dalam strategi produk, perusahaan menekankan bahwa produk-produk yang ditawarkan disesuaikan dengan berbagai kondisi serta permintaan klien, sehingga diharapkan mencapai sasaran yang luas. Karena bergerak di bidang jasa, maka produk-produk yang ditawarkan adalah pelayanan. Jasa pelayanan yang ditawarkan misalnya perawatan sumur deep well satu tahun dengan biaya jauh lebih murah dibanding perawatan yang hanya sekali datang. 
     PT Jaya Technic juga memiliki produk-produk sponsor yang mendukung pelayanan kepada konsumen, yang kualitasnya tidak diragukan. 
     Harga atas pelayanan yang diberikan tentunya harga bersaing karena harga merupakan salah satu faktor yang penting dalam persaingan usaha jasa ini. Harga juga merupakan salah satu motivasi owner untuk menentukan pilihan karena persaingan pada usaha ini sudah semakin tajam.
     Strategi distribusi/tempat merupakan masalah penentuan tempat yang tepat dalam memasarkan produk-produk yang ditawarkan. Hal yang diperhatikan adalah apakah tempat yang ditentukan perusahaan sudah tepat dari segi lokasi pasar sasaran, akses jalan, maupun situasi lingkungan sekitar. Lokasi kantor yang ditentukan PT Jaya Technic dapat dikatakan memenuhi kriteria-kriteria tersebut: cukup strategis, karena letaknya berdekatan dengan pusat keramaian seperti departement store, sekolah, dan pasar. Selain itu situasi lingkungan sekitar juga terbilang baik dan aman, apalagi ada tempat parkir yang memadai. Tapi yang paling penting bahwa lokasi yang ditentukan perusahaan memiliki akses jalan yang mudah diakses konsumen.
     PT Jaya Technic melakukan promosi untuk meningkatkan tingkat penjualan melalui pemasangan iklan, promosi untuk pembuatan di tempat ibadah, dan hubungan masyarakat.


Evaluasi Strategi Pemasaran

     PT Jaya Technic memasarkan produk-produknya dengan tujuan agar produk-produk atau pelayanannya dikenal lebih luas lagi ke sektor yang lain, serta meningkatkan jumlah klien. PT Jaya Technic memperkenalkan perusahaan melalui situs resmi perusahaan, blog, iklan baris dan lain sebagainya. PT Jaya Technic juga menjadi sponsor dibeberapa event dan lomba-lomba berbakat di bidang teknik. Langkah besar yang mencapai hasil cukup signifikan adalah pemberlakuan diskon sebesar 35% dari harga pabrik/industri dan perawatan gratis selama satu tahun, serta water treatment yang dapat mengolah air tidak layak konsumsi menjadi air layak konsumsi.
     Dapat disimpulkan bahwa upaya-upaya yang dilakukan PT Jaya Technic dalam memasarkan produk dan memperkenalkan perusahan cukup berhasil. Hasil yang diperoleh sebanding dengan apa yang dilakukan, bahkan dapat dikatakan lebih.



BAB IV 

PENUTUP

A. KESIMPULAN

     Dari penulisan diatas dapat disimpulkan bahwa:
  1. Strategi pemasaran PT Jaya Technic mencakup pengelolaan sumber daya manusia, segmentasi pasar, dan bauran pemasaran. 
  2. Kekuatan PT Jaya Technic meliputi sumber daya manusia yang memadai, image perusahaan yang baik, manajemen perusahaan khususnya divisi pemasaran, produk serta jasa dan pelayanan.
     Dari lingkungan jauh, PT Jaya Technic dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan primer masyarakat. Dari segi lingkungan industri, perusahaan menghadapi ancaman dari pendatang baru, kekuatan tawar menawar pembeli, serta pesaing.
     Dari segi lingkungan operasional, perusahaan mempunyai pasar konsumen yang sangat potensial karena masyarakat semakin susah mendapatkan air yang layak konsumsi. Perusahaan juga harus mewaspadai perusahaan-perusahaan pesaing. 





DAFTAR PUSTAKA


Nuryanto, Guyub. 2013. UG Jurnal, edisi 6. 

Basu, Swasta D.H. dan Irawan. 1997. Manajemen Pemasaran Modern, edisi 4. Liberty: Yogyakarta.

Kotler, Philip dan Amstrong. 2000. Dasar-Dasar Pemasaran, terjemahan Alexander Sindoro. Prenhallindo: Jakarta.

----. 1995. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Salemba Empat: Jakarta.

Mintzberg. 1987. The Nature of Managerial Work.

Radiosunu. 1987. Manajemen Pemsaran, Suatu Pendekatan Analisis, edisi 2. BPFE: Yogyakarta.


Pengalihan Investasi Ekonomi Kreatif Tiongkok

                    Judul : Pengalihan Investasi Ekonomi Kreatif Tiongkok
                    Topik : Bisnis Internasional


BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

     Era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengandalkan pada ide dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonomi yang lebih dikenal dengan ekonomi kreatif.
     Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan  keragaman budaya, harusnya lebih menyadari potensi ekonomi yang berasal dari gagasan kreatif masyarakat. Masyarakat Indonesia telah menyatukan diri dengan budaya dan alam sehingga melahirkan berbagai produk yang unik dan kreatif yang dapat menopang perekonomian Indonesia.
     Bagi Indonesia, pengembangan ekonomi kreatif masih cukup baru. Ekonomi kreatif telah dibicarakan di Indonesia sekitar tahun 2007, karena pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. 
     Hingga sampai pada pengalihan kerjasama perdagangan dan investasi kedua negara ke sektor ekonomi kreatif oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia Komite Tiongkok (KIKT).

1.2. Rumusan Masalah

1.2.1. Sektor apa saja yang dilakukan KIKT pada investasi Tiongkok?

1.2.2. Mengapa ada pengalihan investasi Tiongkok ke sektor ekonomi kreatif?

1.3. Tujuan Penulisan

     Tujuan penulisan ini adalah agar menambah wawasan tentang adanya perubahan sektor ekonomi kreatif. Dengan pengembangan Indonesia yang semakin maju, pemikiran dan ide pun semakin dikembangan. 


BAB II

LANDASAN TEORI


     Industri kreatif merupakan pilar utama dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang memberikan dampak yang positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemerintahpun sudah mencanangkan industri kreatif sebagai sebuah industri yang mampu bertahan dalam krisis, menyerap banyak tenaga kerja, mampu bertumbuh dari skala kecil dan menengah.
     Definisi berdasarkan UK DCMS Task Force 1998 : "Creatives industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill and talent, and which have a potencial for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content."
     Sehingga industri kreatif dapat didefinisikan sebagai berikut : "Industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut."


BAB III

PEMBAHASAN


     Kamar Dagang dan Industri Indonesia Komite Tiongkok atau KIKT mulai mengalihkan kerjasama perdagangan dan investasi kedua negara ke sektor ekonomi kreatif. Kendati demikian, KIKT tetap ikut memfasilitasi investasi Tiongkok pada sektor lain, termasuk pertambangan, kehutanan, minyak, gas, dan lain sebagainya. Indonesia telah mengajak investor China untuk membangun ekonomi kreatif di Indonesia, terutama film dan computer games.
     Tiongkok memang masih mengandalkan sumber daya alam Indonesia untuk kerjasama perdagangan dan investasi. Beberapa komoditi seperti aspal, minyak, gas, batubara, mineral, produk kehutanan masih menjadi primadona. Tetapi KIKT perlu mencari siasat agar nilai investasi tidak terlalu besar dan lebih manusiawi. Film Eat, Pray and Love dengan lokasi syuting di Bali ternyata mendunia. Dukun tua (pembaca garis tangan) sempat dicari-cari turis asing. Ini adalah salah satu contoh industri kreatif. 
     Pemerintah Indonesia telah melirik potensi industri kreatif sejak 2007 lalu, tepatnya ketika Presiden Susilo Bambang Budhoyono bersama dengan rombongan Kadin melihat langsung berbagai kegiatan ekonomi kreatif di Korea Selatan yang berhasil menularkan demam K-Pop di dunia. Industri kreatif Korea tidak terlepas dari kesadaran dan sikap nasionalisme rakyat Korea terhadap bangsa dan negaranya. Ketika krisis ekonomi menghantam Korea sekitar 1998, ekonomi negara tersebut hamnpir mencapai titik nadir. Tetapi rakyat Korea langsung bergerak menyumbangkan berbagai perhiasan dan uang untuk perbankan Korea agar secara perlahan tetap bisa menjaga aktivitas ekonomi negara tersebut. Mereka juga berpikir untuk menciptakan industri yang tidak menguras uang negara. Pemerintahnya mengumpulkan EO (Event Organizer) yang bagus, dan menyelenggarakan berbagai pertunjukan ekonomi kreatif, drama televisi. Jadi, Korea sudah memulai pembangunan industri kreatif ekonomi sejak tahun 1998.
     Presentasi Kementerian pengetahuan Korea pada saat itu langsung mendorong Presiden SBY merumuskan industri kreatif ala Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengakomodasi industri animasi dan perfilman dengan berencana memberikan fasilitas bea masuk yang rendah. Perkembangan dan daya saing industri tersebut di dalam negeri masih membutuhkan beberapa peralatan produksi film dari luar negeri. Sehingga dengan bea masuk yang murah untuk peralatan, kegiatan insan kreatif akan terbantu.
     Pada kesempatan berbeda, ekspatriat asal Perancis Christphe Dorigne Thomson melihat Jakarta berpotensi menjadi kota besar dunia. jakarta, sebagaimana kota-kota besar lain di dunia, juga mengandalkan sektor jasa dan layanan untuk menggerakan roda perekonomian. Perancis dikenal dan menjadi terkenal bukan hasil kerja warga negaranya di Perancis. Tetapi orang luar negeri yang melihat keindahanan Paris, dan mempromosikan dari mulut ke mulut. Sehingga semakin banyak turis dunia berkunjung ke Paris, Jakarta pun bisa menjadi demikian, mungkin melalui berbagai karya tulis seperti novel. 
     Novel Jakarta! meneropong jakarta sebagai kota besar, namun tidak melulu dari sisi negatifnya. Novel tersebut menceritakan tokoh bernama Edwin yang bekerja sebagai pembunuh bayaran. Pada awal kisah, Edwin sempat lulus dari sekolah bisnis elite di Perancis, sehingga banyak mendapat tawaran kerja. Namun seiring tragedi yang menimpa adiknya, Edwin mengubah pandangan hidupnya. Di tengah kegalauan, Edwin bertemu John yang menawari pekerjaan tidak lazim, yaitu pembunuh bayaran.
     Novel bagi Chris menjadi alat yang efektif untuk berbagi ide dan pemikiran dengan banyak orang. Meski tokoh Edwin berkeliling dunia ke beberapa negara seperti China, India, Jepang, Timur Tengah, Eropa, namun ujung perjalanannya berakhir di Jakarta. "Saya melihat, perjalanan keliling dunia Edwin seakan hendak memperjelas Jakarta sebagai pusat dunia baru di masa yang akan datang."
     

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

     Kesimpulan dari penulisan diatas adalah Indonesia kini telah meningkatkan potensi industri kreatif dengan Tingkok yang tadinya hanya pada sektor pertambangan, kehutanan, minyak, gas. Indonesia juga ingin meningkatkan investasi China ke dunia perfilman.

B. SARAN

     Sebaiknya kerjasama antara Indonesia dengan negara lain semakin ditingkatkan termasuk pada sistem perekonomian. Meningkatkan kerjasama dengan ekonomi kreatif tidak hanya dengan Tiongkok saja, tetapi dikembangkan dengan negara yang lain.




DAFTAR PUSTAKA


----. 2012. Business News, edisi 8333. Jakarta.

Sunday, November 24, 2013

Usaha Jam Dinding 3D

Judul : Usaha Jam Dinding 3 Dimensi
Topik : Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil


BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


     Club sepak bola sekarang-sekarang ini kualitasnya semakin meningkat. Sehingga penggemar sepak bola pun semakin banyak di Indonesia. Usaha kreasi jam dengan desain dan bahan baku yang tidak biasa seperti kebanyakan jam standar , memiliki prospek cerah dalam waktu jangka panjang. Hal terlihat banyak orang yang menyukai barang-barang unik dari bagian estetika yang menarik perhatian untuk dilihat dan suka mengoleksi barang unik untuk dipajang di ruangan. Dengan adanya penambahanan desain grafis sebagai tambahan obyek seni yang memiliki nilai tinggi, jam dinding unik banyak dicari orang. Banyaknya penggila bola membuat Razmus mendatangkan ide untuk membuka usaha jam dinding 3D yang masih jarang dipasarkan. Dengan memproduksi jam dinding berdesain club sepak bola tiga dimensi, produknya banyak dipesan para pecinta sepak bola. Tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan uangnya demi sebuah barang yang berbau club bola kesayangannya. Dan dari situlah usaha jam dinding club bola muncul. 
     Kemunculan produk jam dinding dan meja kreasi menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai seni menjadi produk inovasi terbaru untuk mempercantik ruangan ataupun sebagai suvenir dengan desain keinginan yang kita mau yang banyak disukai dikalangan menengah keatas dan anak muda. 


1.2. Rumusan Masalah

1.2.1. Berapa modal awal usaha jam dinding 3D?

1.2.2. Bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat jam dinding 3D?

1.2.3. Berapa harga jam dinding 3D yang dipasarkan?

1.2.4. Bagaimana cara membuat jam dinding 3D?

1.3. Tujuan Penulisan

     Tujuan dari penulisan diatas adalah agar kita bisa mengambil peluang usaha dengan baik, memberikan wawasan bahwa kita bisa berwirawasta dengan memanfaatkan tren yang sedang diminati banyak orang, dan memberikan contoh bahwa dalam berwiraswasta kita harus memiliki sifat pantang menyerah.


BAB II

LANDASAN TEORI


     Wiraswasta (wirausaha) dari kata "wira" yang artinya unggul dan "usaha" yang artinya perbuatan atau kemampuan keras untuk memperoleh manfaat. 
     Menurut Argene (2003, p1), "wiraswasta (wirausaha) adalah usaha-usaha yang mempunyai keunggulan tertentu untuk memodifikasi produk lama menjadi produk baru, dengan menciptakan lapangan pekerjaan, yang memanfaatkan pemberdayaan manusia dan kekayaan alam lainnya."
     Berdasarkan Hisrich dan Peter (2000, p9), "kewirausahaan adalah mengenai proses menciptakan sesuatu yang baru, yang memiliki nilai tambah melalui pengorbanan waktu dan tenaga dengan berbagai risiko sosial dan menerima penghargaan akan sesuatu keuntungan yang diperoleh beserta dengan timbulnya kepuasan pribadi dan kebanggaan terhadap hasil yang tinggi."
     Sedangkan Suryana (2000, p2) berpendapat "kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya.


     

BAB III

PEMBAHASAN

     Pada awal usahanya, Razmus mencari partner kerja sama dalam bidang penyablonan. yaitu sablon club sepak bola yang kemudian diaplikasikan di atas kayu. Namun saat itu, hasil dari eksperimennya itu tidak memuaskan. Dan akhirnya Razmus beralih pada pembuatan jam dinding kayu, dengan aplikasi stiker. Tapi lagi-lagi hasilnya tidak memuaskan. Setelah itu ia mencari konsep baru, yakni membuat jam dinding kayu dengan pewarnaan menggunakan bahan cat. Barulah ia merasa puas dengan hasil akhir produk jam dinding tersebut.
     Pada Maret 2012, Razmus memulai usaha dengan modal awal berkisar Rp 6 juta. Modal tersebut ia gunakan untuk membeli mesin potong kayu, kompresor, serta bahan baku kayu, cat, dan mesin jam. Sedangkan tempat produksi, ia kerjakan di rumahnya sendiri. Pada awalnya Razmus membuat jam dinding dengan bentuk standar, yakni bulat dan oval, yang kemudian digambar desain club bola dan diwarnai dengan cat. Namun karena melihat produknya yang monoton, ia pun memberikan inovasi tiga dimensi produk jam dinding buatannya, sehingga menyerupai bentuk asli dari logo club sepak bola tersebut.
     Produk jam dinding yang banyak dibuat Razmus adalah jam dinding dengan detail logo sepak bola, seperti Manchaster United, Real Madrid, Barcelona, Liverpool, AC Milan, Arsenal, dan masih banyak lagi.
     Selain logo bola, Razmus juga sering mengaplikasikan berbagai karakter Doraemon, Tweety, Avatar Ang, Gajah, Jerapah, hingga karakter wajah si pemesan. Ukuran pun bervariasi mulai dari ukuran 15 cm sampai 40 cm.
     Razmus mematok harga jam dinding 3D buatannya berkisar Rp 170 ribu hingga Rp 350 ribu. meskipun mematok harga yang lebih mahal ketimbang produk sejenis yang banyak ditawarkan di pasaran, namun Razmus berani menjamin produknya dibuat lebih unggul. Bahan kayu medium density board yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan kayu jenis lain bila diaplikasikan dalam produk jam dinding.
     Demikian juga dengan lem, Razmus menggunakan Lem FOX kualitas 1, yang memiliki daya rekat sangat kuat, sehingga jam dinding buatannya tidak pernah rusak atau terlepas rangkaiannya. Dan bahan cat, awalnya Razmus menggunakan cat Pilox, namun setelah beberapa kali pemakaian, hasil dari cat Pilox itu kurang memuaskan. Akhirnya ia pun mengganti dengan Cat Duco Auto 2000 merek Top Colour, yang biasa dibuat untuk pengecatan mobil, dan hasilnya lebih awet melekat pada kayu. Sedangkan mesin jam, ia menggunakan mesin jam merek Quartz. Dengan bahan baku kualitas terjamin, tidak heran daya tahan jam dinding buatan Razmus cukup lama, baik dari segi warna maupun bentuk.
     Setiap bulan, dibantu adiknya, Razmus mampu memproduksi 50 buah jam dinding dengan ragam karakter yang diminati pasar. Rata-rata ia menghabiskan Rp 5 juta per bulan untuk membeli 15 lembar kayu ukuran 240 cm x 120 cm seharga Rp 150 ribu per lembar, 6 bungkus lem Rp 15 ribu per bungkus, 15 kaleng Rp 55 ribu per kaleng, dan 50 buah mesin jam Quartz. Dan perlengkapan lain seperti penggaris, pensil pola, gergaji tripleks, bor, mesin potong, dan amplas. Sedangkan keuntungan bersih dari penjualan jam dinding 3 dimensi ini adalah 3.385.000 rupiah atau 39,82% dari omsetnya.
     Cara pembuatan jam dinding 3D Razmus cukup sederhana. Langkah pertama diawali dengan membuat pola diatas kayu. Kemudian memotong kayu sesuai pola dengan bantuan mesin pemotong. Pembuatan jam dinding ini tidak dalam satu rangka secara keseluruhan, terutama detail-detail dari desain jam dinding. Selanjutnya kayu diamplas, untuk memperhalus permukaan dan menghilangkan serabut-serabut kayu. Kemudian dilanjutkan dengan pengeleman pola menjadi satu rangkaian jam dinding sesuai desain, dan proses pengecatan, hingga pemasangan mesin jam.
     Satu buah jam dinding biasanya membutuhkan waktu pengerjaan kurang lebih 2-3 hari. Lamanya waktu tersebut lantaran kedetailan proses pengerjaan yang harus dibuat sesuai dengan bentuk aslinya.
     Awal usaha, Razmus menggunakan cara promosi tradisional, yakni dari mulut ke mulut. Menurut Razmus, strategi yang dilakukannya tersebut untuk melihat seperti apa selera pasar. Sehingga ia bisa mengetahui secara jelas bagaimna perkembangan dari penjualan produk jam dinding buatannya.
     Setelah banyak orang yang menyukainya, sedikit demi sedikit Razmus pun mendapatkan banyak pelanggan. Dari situlah yang awalnya ia hanya memproduksi sesuai pemesanan, ia pun memberanikan diri untuk membuat produk ready stock, yang desainyya dilihat dari tren pasar yang sedang berkembang. Kini, selain memasarkan dari mulut ke mulut, ia juga mempromosikan produknya melalui media online.
     Saat ini untuk mengembangkan jaringan usaha hingga ke beberapa daerah, Razmus membuka sistem reseller. Syarat menjadi reseller cukup membeli minimal sebanyak 10 buah jam dinding aneka bentuk dan desain, akan mendapatkan bonus 1 buah jam dinding. Dan kini, jangkauan pemasaran jam dinding buatannya tidak hanya di kawasan Bandung saja, tetapi sudah merambah ke berbagai kota besar seperi Jakarta, Medan, Surabaya, Yogyakarta, hingga Jambi.
     Selama menjalankan usaha ini, Razmus sering merasakan kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang mumpuni. Namun untuk perkembangan usahanya, Razmus berencana merekrut karyawan atau minimal bekerja sama dengan pengrajin kayu, untuk mengefisienkan waktu dalam proses produksi disaat banyaknya pemesanan produk.
     Sedangkan dari segi persaingan, Razmus tidak takut dengan banyaknya pelaku usaha sejenis yang ada di pasaran. Menurut Razmus, hal tersebut sangatlah wajar karena di setiap peluang usaha yang prospektif akan menciptakan banyak pelaku usaha. Justru inilah yang menunjukkan usaha pembuatan jam dinding karakter memang tengah digandrungi masyarakat. Dan untuk mengatasi persaingan usaha, Razmus lebih mempertahankan pelayanan serta kualitas bahan baku dan produksi. 


BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN
     Kesimpulan dari penulisan diatas adalah dengan melihat peluang usaha, kita bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Meningkatkatnya club bola dunia maupun lokal bisa mendatangkan keuntungan bagi Razmus, pengusaha jam dinding 3 dimensi. Membuat jam dinding dengan detail dan desain yang sedang tren di masyarakat dapat mendatangkan pundi-pundi uang untuk Razmus. Namun tidak hanya desainnya saja yang mengikuti tren, bahan baku jam dindingnya pun berkualitas agar ia tidak mengecewakan pelanggannya.

B. SARAN
     Sebaiknya usaha jam dinding 3 dimensi ini lebih dikembangkan di daerah lain. Dan sebaiknya karakter jam dinding ini lebih dikembangkan menjadi karakter yang banyak diminati oleh masyarakat banyak.


DAFTAR PUSTAKA

Sidik, Sofyan. 2013. "Kreasi Jam Dinding Desain Club Bola dan Karakter 3 Dimensi". Peluang Usaha Edisi 21