Tuesday, January 14, 2014

Peranan Akuntansi Manajemen Lingkungan Bagi Perusahaan

Topik : Peranan Akuntansi Manajemen Lingkungan Bagi Perusahaan
Judul : Akuntansi Manajemen Perusahaan


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
     Dalam mengelola perusahaan, manajer harus membuat keputusan yaitu mempertimbangkan secara hati-hati dari berbagai alternatif dan tindakan dan memilih tindakan yang terbaik untuk mencapai tujuan yang direncanakan (Daljono, 2004).
     Banyak penelitian yang mengemukakan bahwa sistem akuntansi konvensional yang berlaku saat ini memiliki keterbatasan. Salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Rossje (2006) menyatakan bahwa akuntansi konvensional tidak memiliki perhatian terhadap transaksi-transaksi yang bersifat non reciprocal transaction, tetapi hanya mencatat transaksi secara timbal balik, sedangkan akuntansi lingkungan mencatat transaksi yang bersifat timbal balik, seperti polusi, kerusakan lingkungan atau hal-hal negatif dari aktivitas perusahaan.
     Berbeda dengan konsep akuntansi konvensional, akuntansi manajemen bertujuan untuk meningkatkan jumlah informasi relevan bagi mereka yang memerlukan, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu indikator pengambilan keputusan.


1.2 Rumusan Masalah
     Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka masalah yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.2.1 Apakah pengertian akuntansi manajemen?
1.2.2 Apa peranan akuntansi manajemen bagi perusahaan?
1.2.3 Apa tujuan dari adanya akuntansi manajemen?


1.3 Tujuan Penulisan
     Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka penulisan ini bertujuan untuk:
1.3.1 Menjelaskan apa saja peranan akuntansi manajemen bagi perusahaan.
1.3.2 Menjelaskan tugas-tugas dari akuntansi manajemen. 



BAB II
LANDASAN TEORI

     Menurut Halim dan Supomo (2000:3) menyatakan bahwa akuntansi manajemen adalah suatu kegiatan (proses) yang menghasilkan informasi keuangan bagi manajemen untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam melaksanakan fungsi manajemen.
     Pengertian akuntansi manajemen menurut Henry Simamora (1999:12) adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, penghimpunan, penganalisisan, penyusunan, penafsiran, dan penyampaian informasi yang membantu para manajer dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.
     Sedangkan Mulyadi (2001) mengemukakan bahwa terdapat dua garis besar peranan dari akuntansi manajemen, antara lain:
1. Peran akuntansi manajemen sebagai suatu tipe akuntansi.
    Peran akuntansi manajemen sebagai sistem pengolah informasi keuangan dalam     
    perusahaan dibagi menjadi tiga tingkat perkembangan:
a) Pencatat skor (score keeping)
 Akuntansi manajemen berperan dalam menyediakan informasi keuangan bagi penyusun
rencana aktivitas, yang memberikan informasi sebagai dasar untuk mengalokasikan
sumber daya kepada berbagai aktivitas yang direncanakan. Akuntansi manajemen
mencatat skor dan mengkomunikasikan skor kepada manajer yang bersangkutan untuk 
memungkinkan manajemen mengevaluasi pelaksanaan rencana yang telah disusun. 
Untuk memenuhi fungsi sebagai pencatat skor bagi manajemen, akuntansi manajemen 
harus memenuhi persyaratan: teliti, relevan, dan handal.

b) Penarik perhatian manajemen (attention directing)
Sebagai penarik perhatian manajemen, akuntansi menyajikan informasi penyimpangan 
pelaksanaan rencana yang memerlukan perhatian manajemen, agar manajemen dapat 
merumuskan tindakan untuk mencegah berkelanjutan penyimpangan yang terjadi. Tahap 
perkembangan ini hanya dapat dicapai jika akuntansi manajemen telah dapat menjadi 
pencatat skor yang baik.

c) Penyedia informasi untuk pemecah masalah (problem solving)
Tahap perkembangan ini merupakan akibat lebih lanjut dari status perkembangan yang 
sebelumnya telah dicapai yaitu sebagai pencatat skor dan sebagai penarik perhatian. Jika 
manajemen telah mengandalkan informasi yang dihasilkan oleh akuntan manajemen 
makan mereka akan selalu mengundangnya dalam setiap pengambilan keputusan 
pemecahan masalah yang akan mereka lakukan.

2. Peran akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi
Akuntan manajemen bertanggung jawab mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, menganalisis, menyiapkan, menginterpretasikan, dan mengkomunikasikan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan dasar organisasi. Akuntan manajemen berfungsi sebagai anggota staf dari organisasi dan bertanggung jawab menyediakan informasi.



BAB III
PEMBAHASAN

Akuntansi manajemen adalah sistem akuntansi, yakni jenis yang informasi yang dihasilkannya ditujukan kepada pihak-pihak internal organisasi, seperti manajer keuangan, manajer produksi, manajer pemasaran, dan sebagainya guna pengambilan keputusan internal organisasi.
Kebutuhan terhadap informasi yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan tersebut tidak hanya muncul dari pihak eksternal perusahaan seperti kreditor, supplier, pemerintah atau calon investor. Kebutuhan informasi tersebut juga muncul dari pihak internal organisasi. Pihak manajemen akan membutuhkan pula informasi keuangan berkaitan dengan aktivitas ekonomi yang dilakukan perusahaan.
Sistem akuntansi manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakai intern (para manajer dan profesional) untuk memenuhi tujuan-tujuan manajemen tertentu sehingga mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Inti dari sistem informasi akuntansi manajemen adalah proses yang dideskripsikan oleh aktivitas-aktivitas seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolaan informasi.
Sistem informasi akuntansi manajemen tidak terikat oleh kriteria formal apapun yang mendefinisikan sifat dari proses, masukan, atau keluarnyannya sehingga kriterianya fleksibel dan berdasarkan pada tujuan manajemen. Sistem akuntansi manajemen memiliki tiga tujuan umum: 
a. Menyediakan informasi untuk perhitungan biaya jasa, produk, atau obyek lainnya yang ditentukan oleh manajemen. 
Jadi, implementasi penyediaan informasi untuk perhitungan-perhitungan biaya oleh manajemen adalah untuk mengevaluasi ketepatan keputusan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya, memperluas pangsa pasar dan meningkatkan laba.

b. Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan berkelanjutan. 
Jadi, informasi dibutuhkan untuk mengidentifikasi berbagai peluang untuk perbaikan dan mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai dalam mengimplementasikan berbagai tindakan yang didesain untuk menciptakan perbaikan.

c. Menyedikan informasi untuk pengambilan keputusan.
Jadi, pentingnya pengambilan keputusan dengan memilih atau beberapa strategi yang paling masuk akal dalam memberikan jaminan pertumbuhan dan kelangsungan hidup jangka panjang bagi perusahaan.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa akuntansi menghasilkan informasi yang digunakan manajer untuk menjalankan operasi perusahaan. Akuntansi juga memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui kinerja ekonomi dan kondisi perusahaan. Dalam beberapa konsep lain, akuntansi bukan hanya dimanfaatkan oleh perusahaan saja, perorangan, pemerintah, dan jenis organisasi lainnya juga bisa memanfaatkan informasi dari akuntansi itu. 



BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan

Akuntansi manajemen membutuhkan kebenaran informasi untuk pengukuran kinerja efektif. Akuntansi manajemen harus siap untuk menyediakan manajemen dengan seluruh gambaran perusahaan. Melapor kepada pihak-pihak di dalam organisasi untuk: perencanaan, pengarahan, dan pemberian motivasi, pengendalian, evaluasi kerja, penekanan pada pengambilan keputusan yang memengaruhi masa depan, penekanan pada data yang relevan, dibutuhkan informasi yang tepat waktu.

Tujuan umum sistem akuntansi manajemen yaitu:
1. Menyediakan informasi yang diperlukan dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
2. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mengidentifikasi suatu masalah dan mengevaluasi kinerja.



DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Kamaruddin. 2007. Akuntansi Manajemen: Dasar-Dasar Konsep Biaya dan 
Pengambilan Keputusan. Jakarta: Raja Grafindo.

Pengantar Akuntansi Manajemen, Charles T. Horngren, Jilid 1&2